Jakarta, Rasional.co – Ketergantungan korporasi dan instansi pemerintah terhadap satu penyedia layanan komputasi awan (cloud provider) memunculkan kebutuhan akan inovasi solutif. Ketergantungan tersebut berpotensi memicu risiko keterkuncian vendor atau vendor lock-in, membengkaknya biaya operasional teknologi informasi, hingga terbatasnya kendali atas tata kelola data strategis.
Untuk itu, perusahaan teknologi informasi Sivali Cloud Technology memperkenalkan ORCA, akronim dari Open Reliable Cloud Access, sebagai ekosistem open cloud yang menggabungkan perangkat lunak berbasis open source, sistem federasi terbuka antarpemilik infrastruktur, serta layanan profesional.
Pendekatan ini dirancang memberikan fleksibilitas dan kendali bagi pemilik infrastruktur digital tanpa mengorbankan kemampuan terhubung dengan ekosistem teknologi yang lebih luas.
“Kami membangun ORCA dengan gagasan bahwa teknologi open source dan model federasi dapat memberikan ruang untuk tetap memiliki kendali sekaligus terhubung dengan ekosistem yang lebih luas,” kata Safira Zahira, Vice President of Technology Sivali Cloud Technology pada keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Pemanfaatan cloud tidak selalu berarti menyerahkan seluruh kendali kepada satu pihak, karena setiap korporasi dan instansi memiliki kebutuhan, kapasitas, serta strategi infrastruktur yang berbeda.
Pendekatan ini sejalan dengan kerangka hukum Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik menempatkan pengelolaan sistem dan data elektronik instansi publik di wilayah Indonesia, sehingga ketergantungan pada satu penyedia tidak menghilangkan kendali atas data.
Juga searah dengan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik juga menekankan efisiensi, keterpaduan, interoperabilitas, dan keamanan. Untuk data pribadi, Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi menegaskan bahwa pengendali data tetap bertanggung jawab meski pemrosesan dilakukan pihak lain.
Open Source sebagai Fondasi
ORCA memadukan software open source dengan infrastruktur yang dapat dikelola secara mandiri maupun dihubungkan melalui model federasi. Salah satu komponennya adalah Orcastra, open-source control plane untuk mengelola berbagai klaster LXD, Incus, dan MicroCloud melalui satu dashboard dan API.
Trending
- Telkom Tak Cuma Bangun Infrastruktur, Bidik Kedaulatan Digital
- Menteri Pertanian Amran Surati Kapolri, Ini Isinya
- Asap Karhutla Ganggu Penerbangan Palembang, BNPB Semai 2,4 Ton Dry Ice
- Dugaan Kekerasan Seksual, Kemenag Minta Pesantren Dar Et-Tauhid Bekasi Dibekukan
- Sistem Royalti Musik Digital Tak Semanis Dulu, Ini Alasan Maia Estianty Ogah Rilis Lagu
- Hasil Real Madrid vs Sevilla 4-1: Mbappe Cetak Penalti Panenka di Bernabeu!
- Jadwal Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya: Kontingen Indonesia Bidik Emas Pertama Hari Ini!
- Penampilan Kangen Band di Synchronize Fest 2026: Nostalgia, Tangis Haru, dan Janji Batal Bubar!

