JAKARTA – Bukannya untung malah buntung. Ambisi berburu popularitas di era digital sering kali mendorong orang nekat melampaui batas aman. Fenomena “gila views” inilah yang diangkat dalam film horor terbaru bertajuk Lingsir Wengi, sebuah sajian sinematik yang memotret realita pahit para pemburu hantu demi eksistensi kanal YouTube.
Dorongan instan itulah yang memicu Putik (Ochi Rosdiana) bersama kawan-kawannya nekat menempuh cara ekstrem. Demi mengangkat nama kanal DuniaHorror62, mereka menerobos sebuah motel tua yang menyimpan misteri di sudut kawasan Malioboro, Yogyakarta.
Informasi Detail Produksi Film
To memberi gambaran lengkap mengenai proyek film ini, berikut adalah daftar jajaran kreator dan pemeran utamanya:
| Kategori | Detail Produksi |
| Judul Film | Lingsir Wengi |
| Rumah Produksi | Lab Pictures |
| Sutradara | Adhe Dharmastriya |
| Penulis Skenario | Evelyn Afnilia |
| Produser | Elsaputra D. Justia & Richard Suwandi |
| Pemeran Utama | Ochi Rosdiana, Jeff Smith, Yessica Tamara, Alif Rivelino, Chelcy Clarissa |
Bermula dari Kamar Terlarang hingga Pemutar Pita Tua
Target utama Putik dan timnya adalah sebuah kamar terlarang di motel tersebut. Meski peringatan demi peringatan sudah disampaikan, Putik yang didampingi oleh Ryan (Jeff Smith), Anggie (Yessica Tamara), Aro (Alif Rivelino), dan Dita (Chelcy Clarissa) tetap kukuh melangkah masuk.
Di dalam kamar yang tak terjamah itu, mereka menemukan sebuah tape recorder kuno berselimut debu. Rasa penasaran mengalahkan akal sehat—mereka nekat memutar pita rekaman yang menyuarakan tembang legendaris Lingsir Wengi.
Secara tak sadar, keputusan tersebut menjadi pintu pembuka bagi teror yang merenggut kedamaian mereka.
Ketika Dendam dan Rahasia Gelap Terbongkar
Usai pemutaran rekaman tersebut, kehidupan mereka tak lagi sama. Berbagai gangguan mistis terus mengejar tanpa ampun. Putik, yang sejatinya dikaruniai kemampuan supranatural untuk melihat dan berkomunikasi dengan alam gaib, perlahan menyadari bahwa ada sosok tak kasat mata yang telah bangkit.
Sosok entitas itu tidak sekadar ingin menyapa atau berkomunikasi. Ia hadir membawa amarah membara serta tuntutan dendam masa lalu yang belum usai.
Mampukah Putik memanfaatkan kemampuannya untuk menghentikan teror tersebut sebelum jatuh korban jiwa? Jawabannya ada di layar lebar melalui film Lingsir Wengi.

