Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    Telkom Tak Cuma Bangun Infrastruktur, Bidik Kedaulatan Digital

    Oktober 19, 2026

    Menteri Pertanian Amran Surati Kapolri, Ini Isinya

    Oktober 19, 2026

    Asap Karhutla Ganggu Penerbangan Palembang, BNPB Semai 2,4 Ton Dry Ice

    Oktober 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Telkom Tak Cuma Bangun Infrastruktur, Bidik Kedaulatan Digital
    • Menteri Pertanian Amran Surati Kapolri, Ini Isinya
    • Asap Karhutla Ganggu Penerbangan Palembang, BNPB Semai 2,4 Ton Dry Ice
    • Dugaan Kekerasan Seksual, Kemenag Minta Pesantren Dar Et-Tauhid Bekasi Dibekukan
    • Sistem Royalti Musik Digital Tak Semanis Dulu, Ini Alasan Maia Estianty Ogah Rilis Lagu
    • Hasil Real Madrid vs Sevilla 4-1: Mbappe Cetak Penalti Panenka di Bernabeu!
    • Jadwal Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya: Kontingen Indonesia Bidik Emas Pertama Hari Ini!
    • Penampilan Kangen Band di Synchronize Fest 2026: Nostalgia, Tangis Haru, dan Janji Batal Bubar!
    rasional.corasional.co
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok
    Login
    Senin, Oktober 19
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Home»Ekonomi»Mentan Amran Bidik Bioetanol Ciptakan 8 Juta Lapangan Kerja
    Ekonomi

    Mentan Amran Bidik Bioetanol Ciptakan 8 Juta Lapangan Kerja

    Bayu PratamaBy Bayu PratamaSeptember 22, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Copy Link WhatsApp
    Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman. (Foto: Kementan)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Copy Link Telegram WhatsApp

    Jakarta, Rasional.co – Pengembangan bioetanol berbasis tebu, singkong, dan jagung diproyeksikan menciptakan hingga 8 juta tenaga kerja permanen. Pemerintah menyiapkan pengembangan lahan hingga 2 juta hektare untuk membangun rantai pasok dari pertanian hingga industri pengolahan.

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pembangunan industri bioetanol tidak cukup hanya dengan mendirikan pabrik. Ketersediaan bahan baku harus disiapkan lebih dahulu melalui pengembangan kawasan pertanian dalam skala besar dan terintegrasi.

    “Etanol ini butuh lahan 1 sampai 2 juta hektare dengan tiga komoditas strategis. Insyaallah kita akan bangun pabriknya, kita gerakkan masif seluruh Indonesia,” ujar Amran di Jakarta, Senin (21/9).

    Tebu menjadi komoditas utama dengan kebutuhan lahan sekitar 1 juta hektare. Sementara singkong dan jagung dikembangkan sesuai potensi lahan serta produktivitas masing-masing daerah.

    Baca Juga :  Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang, BMKG Minta Antisipasi Dini

    Pemerintah juga menyiapkan skema pengembangan jagung melalui percontohan dengan luasan awal 500 hingga 1.000 hektare per kabupaten. Daerah yang menunjukkan hasil produksi baik dapat memperoleh perluasan hingga 1.500 hektare.

    Pengembangan kawasan tersebut diarahkan bukan hanya untuk memasok industri bioetanol, tetapi juga membentuk rantai ekonomi baru di daerah. Aktivitasnya mencakup budidaya komoditas, pengolahan hasil, pembangunan industri hingga kegiatan ekonomi masyarakat.

    “Kalau ini terjadi, minimal itu 8 juta tenaga kerja tercipta dan tenaga kerja permanen. Hebat kan? Hebat Indonesia itu,” kata Amran.

    Untuk mempercepat pembangunan industri, pembiayaan diperkirakan melibatkan BUMN dan swasta. Amran menyebut komposisinya dapat mencapai 30 persen dari BUMN dan 70 persen dari swasta, dengan pemerintah berperan dalam penyiapan kawasan.

    Baca Juga :  Petani-Nelayan Disebut Pahlawan Pangan, AYP Apresiasi Dukungan Prabowo

    Di sisi lain, pemerintah mendorong agar masyarakat tidak hanya menjadi pekerja dalam ekosistem tersebut. Skema kemitraan disiapkan agar masyarakat ikut menikmati pertumbuhan kawasan pertanian dan industri.

    “Ini tidak boleh monopoli, minimal 30 persen rakyat. Jadi rakyat menikmati. Sekarang nggak boleh di bawah 20, harus 30 persen untuk rakyat,” tegas Amran.

    Penyiapan lahan akan mengutamakan kawasan yang sesuai secara teknis dan memiliki kepastian legalitas. Pemerintah juga menyatakan aspek lingkungan tetap diperhatikan, termasuk dengan mengkaji pemanfaatan lahan untuk agroforestri, tanaman pangan, dan lahan yang telah dilepaskan.

    Baca Juga :  Intip Langkah Jitu Petani Boyolali Siasati Kemarau

    Pemerintah menargetkan penggunaan etanol dalam bahan bakar meningkat secara bertahap dari E5, E10 hingga E20 pada 2029. Amran bahkan memperkirakan bauran tersebut dapat bergerak menuju E40 pada 2030 atau 2031 jika pengembangan dilakukan sejak sekarang.

    Untuk mengonsolidasikan program, Kementerian Pertanian menggandeng 44 bupati dari berbagai daerah. Pemerintah daerah diminta memetakan potensi lahan, komoditas, dan kesiapan wilayah untuk menjadi bagian dari rantai pasok bioetanol nasional.

    Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian energi sekaligus memanfaatkan sektor pertanian sebagai fondasi industri. Dengan demikian, pembangunan bioetanol tidak berhenti pada produksi bahan bakar, tetapi juga diarahkan membentuk ekosistem ekonomi baru berbasis komoditas dalam negeri.

    Andi Amran Sulaiman bioetanol Mentan pertanian petani
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous Article2 Startup Sleman & Cimahi Ini Ciptakan Teknologi Hadapi Bencana
    Next Article Sherly Tjoanda Resmi Pimpin HKTI Maluku Utara, AYP: Berkontribusi Memajukan Pertanian & Kesejahteraan Petani

    Berita Terkait

    Telkom Tak Cuma Bangun Infrastruktur, Bidik Kedaulatan Digital

    Oktober 19, 2026

    Menteri Pertanian Amran Surati Kapolri, Ini Isinya

    Oktober 19, 2026

    Waduh! Harga Ayam Rp20.000 di Peternak, Rp45.000 di Konsumen, Mentan Amran Periksa Rantai Pasok

    Oktober 18, 2026

    Antrean BBM di Bali, Pertamina Siapkan Pasokan 57,9 Juta Liter & 60 SPBU 24 Jam

    Oktober 15, 2026

    Transjakarta Bakal Pakai Bus Hidrogen Hibah Korea Selatan

    Oktober 15, 2026

    Biaya Langganan Internet RI Masih Kemahalan, Ini Strategi Komdigi Pangkas Harga

    Oktober 14, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Telkom Tak Cuma Bangun Infrastruktur, Bidik Kedaulatan Digital

    Bayu PratamaOktober 19, 2026

    Jakarta, Rasional.co – BUMN telekomunikasi, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menegaskan penguatan kedaulatan digital Indonesia…

    Menteri Pertanian Amran Surati Kapolri, Ini Isinya

    Oktober 19, 2026

    Asap Karhutla Ganggu Penerbangan Palembang, BNPB Semai 2,4 Ton Dry Ice

    Oktober 19, 2026
    Top Trending

    Hasil Real Madrid vs Sevilla 4-1: Mbappe Cetak Penalti Panenka di Bernabeu!

    AyuOktober 19, 2026

    JAKARTA – Mencari hasil Real Madrid vs Sevilla pada lanjutan pekan kesembilan…

    Menteri Pertanian Amran Surati Kapolri, Ini Isinya

    Bayu PratamaOktober 19, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran…

    Asap Karhutla Ganggu Penerbangan Palembang, BNPB Semai 2,4 Ton Dry Ice

    Bayu PratamaOktober 19, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu jarak…

    rasional.co
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi Rasional.co
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    © 2026 RASIONAL.CO

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?