JAKARTA – Menteri Keuangan Suahasil Nazara langsung menghadapi dua pekerjaan anggaran setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto, yakni menyelesaikan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 serta menata Rancangan APBN (RAPBN) 2027. Dua agenda tersebut berjalan bersamaan karena pembahasan RAPBN 2027 masih berlangsung, sementara pelaksanaan APBN 2026 menyisakan empat bulan terakhir.
Suahasil mengatakan program prioritas pemerintah yang akan dibiayai melalui RAPBN 2027 masih terus dibahas sepanjang September. Di sisi lain, dia harus memastikan pelaksanaan APBN 2026 pada September hingga Desember berjalan dengan baik.
“Di dalam PKPN kita itu ada berbagai macam program yang akan dijalankan. Sekarang, kan, kita sedang di tengah-tengah pembicaraan untuk RAPBN 2027. Nantikan teman-teman selama sisa waktu pembahasan ini, kemungkinan selama sisa waktu September ini, akan mendengarkan berbagai macam program prioritas yang akan dibiayai untuk RAPBN 2027. Itu harus ditata dengan rapi,” kata Suahasil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Selain menata RAPBN 2027, Suahasil mengatakan dirinya harus memastikan pelaksanaan APBN 2026 terselesaikan hingga akhir tahun. Dia menyebut akan langsung kembali ke Kementerian Keuangan untuk melihat kondisi APBN terkini.
“Kemudian menyelesaikan APBN tahun 2026. APBN 2026 yang tersisa bulan September, Oktober, November, dan Desember mesti kita selesaikan dengan baik,” ujarnya.
Baca juga: Meski Ekonomi Tumbuh 5,29 Persen, Kemenkeu Putuskan Tunda Pajak E-Commerce
Suahasil juga memastikan perkembangan realisasi APBN hingga Agustus tetap akan disampaikan kepada media. Dia mengatakan laporan APBN periode Juli dan Agustus akan disampaikan secara bersamaan dengan data yang lengkap.
Agenda tersebut menjadi pekerjaan awal Suahasil setelah Presiden Prabowo melantiknya sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada 14 September 2026. Pelantikan itu ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026 untuk sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.
Presiden Prabowo memberikan arahan agar pengelolaan keuangan negara tetap menjaga kesehatan dan kredibilitas APBN sekaligus mendukung program prioritas pemerintah. Suahasil menyatakan APBN harus mampu menjalankan fungsi tersebut secara berkelanjutan.
“Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara, artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut,” kata Suahasil.
Suahasil sebelumnya merupakan Wakil Menteri Keuangan dan telah berada di lingkungan Kementerian Keuangan dalam sejumlah posisi strategis. Dia pernah menjabat Kepala Badan Kebijakan Fiskal secara definitif sejak 2016 sebelum dipercaya menjadi Wakil Menteri Keuangan pada 2019 dan kembali menduduki posisi tersebut pada pemerintahan Prabowo pada 2024.
Dalam masa transisi kepemimpinan, Suahasil juga menyatakan pergantian Menteri Keuangan tidak berarti perubahan mendadak terhadap pekerjaan Kementerian Keuangan. Fokusnya tetap pada pengelolaan APBN untuk mendukung pertumbuhan dan stabilitas ekonomi.
“Melanjutkan pekerjaan Kementerian Keuangan, kita bukan masalah berubah-berubah. Ini melanjutkan kegiatan, melanjutkan aktivitas, melanjutkan semua tugas fungsi dari Kementerian Keuangan, yaitu untuk menjaga APBN, menumbuhkan ekonomi, menstabilkan ekonomi,” ujar Suahasil.
Suahasil kini harus menjalankan mandat tersebut di tengah pembahasan RAPBN 2027 yang masih berlangsung sekaligus menyelesaikan pelaksanaan APBN 2026 hingga akhir tahun. Dia juga menyatakan kondisi internal Kementerian Keuangan aman setelah pergantian kepemimpinan.

