Jakarta, Rasional.co – Produk kecap buatan Bekasi menembus pasar Eropa. Ekspor perdana ini dilakukan PT Oishii Food Indonesia dengan mengapalkan 2.900 boks kecap botol ke Belanda.
Langkah ini guna memperluas pasar produk pangan olahan Indonesia sekaligus menunjukkan peluang produk lokal bersaing di pasar internasional. Capaian tersebut juga membuka peluang bagi perusahaan untuk memperluas akses pasar dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Kepala Kantor Bea Cukai Cikarang I Wayan Sapta Dharma mengatakan keberhasilan ekspor tersebut menunjukkan produk lokal memiliki peluang besar menembus pasar internasional.
“Kami mengapresiasi langkah PT Oishii Food Indonesia yang berhasil membawa produk lokal dari Bekasi menembus pasar Eropa,” ujar Wayan melalui keterangan tertulis Dirjen Bea dan Cukai, Selasa (1/9/2026).
Menurut Wayan, ekspor perdana tersebut bukan hanya menjadi capaian bagi perusahaan, tetapi juga menunjukkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Ekspor kecap tersebut mendapat dukungan Bea Cukai Cikarang melalui asistensi dan pendampingan kepada perusahaan dalam proses ekspor.
Bea Cukai Cikarang menyatakan akan terus memberikan pendampingan kepada pelaku usaha untuk mendorong semakin banyak produk Indonesia masuk ke pasar global.
Bagi PT Oishii Food Indonesia, pengiriman ke Belanda menjadi pijakan awal untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Ekspor ini juga memperlihatkan bahwa produk pangan lokal memiliki peluang bersaing di pasar internasional ketika ditopang kualitas, inovasi, serta kolaborasi berbagai pihak.
Sebelumnya, Bea Cukai juga melakukan asistensi dan pendampingan ekspor untuk komoditas dari Kalimantan. Aktivitas ini untuk mendorong produk lokal Kalimantan memperluas pasar hingga Eropa, Amerika, dan China melalui penguatan kesiapan ekspor, mulai dari pemenuhan prosedur hingga penyesuaian produk dengan ketentuan pasar tujuan.
Peluang tersebut terbuka bagi sejumlah produk pertanian bernilai tambah, seperti merica dalam kemasan, cake salak, cabai dalam kemasan, daun kratom, dan berbagai produk olahan pertanian lainnya.
Pendampingan ekspor dilakukan melalui kegiatan asistensi di Balikpapan dan Samarinda, Kalimantan Timur. Pelaku usaha dan kelompok tani mendapatkan pemahaman mengenai prosedur ekspor, ketentuan produk, serta layanan yang dapat digunakan untuk mempersiapkan kegiatan ekspor.
Di Balikpapan, jalur perdagangan Balikpapan-Makassar disebut membuka peluang bagi produk lokal menuju pasar Eropa dan Amerika. Sementara jalur Balikpapan-Surabaya dapat dimanfaatkan untuk menjangkau pasar China.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Budi Prasetiyo mengatakan pendampingan tersebut melibatkan pemerintah daerah, lembaga pendukung, pelaku usaha, dan kelompok tani dalam mengembangkan potensi ekspor daerah.
“Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah daerah, lembaga pendukung, pelaku usaha, dan kelompok tani dalam pengembangan potensi ekspor daerah,” ujar Budi, beberapa waktu lalu.

