JAKARTA – Kisah transfer panas kembali menyelimuti jagat sepak bola Spanyol. Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, akhirnya blak-blakan soal alasan di balik kegagalan timnya menggaet Rodri. Bintang Timnas Spanyol yang baru saja menjuarai Piala Dunia 2026 dan menyabet Ballon d’Or 2024 itu justru memantapkan hatinya untuk berlabuh di sang rival abadi, FC Barcelona.
Dalam wawancaranya bersama program TV Spanyol El Chiringuito, Mourinho menegaskan bahwa batu sandungan utama kepindahan Rodri ke Santiago Bernabeu murni berasal dari keraguan sang pemain sendiri, bukan karena masalah kualitas teknis maupun isu personal.
Sindiran Menohok Mourinho Soal Keraguan Rodri
Mourinho menilai Real Madrid punya standar tersendiri saat mendatangkan amunisi baru. Bagi pelatih berjuluk The Special One ini, El Real adalah klub besar yang tidak perlu mengemis pada pemain yang masih setengah hati.
”Real Madrid itu punya dimensi yang beda. Kami nggak bisa mempertahankan niat pada pemain yang masih mikir dua kali buat bergabung,” ujar Mourinho.
Ia menambahkan, begitu manajemen Madrid menghubungi seorang pemain, respons yang diharapkan sangat sederhana: ‘Kapan saya harus terbang ke sana?’. Karena Rodri menunjukkan keraguan, manajemen Los Blancos enggan membuang energi untuk memaksakan kepindahan tersebut.
Faktor Chemistry Timnas dan Ambisi Barcelona
Di sisi lain, Rodri merasa keputusan menyeberang ke Barcelona yang kini ditukangi Hansi Flick adalah langkah paling tepat untuk kariernya. Ia merasa filosofi permainan dan ambisi Blaugrana sangat sejalan dengan kepribadiannya.
”Saya masuk ke klub yang super ambisius dan pas banget sama gaya saya. Target saya jelas: bantu tim ini meraih semua trofi musim ini,” kata Rodri.
Selain faktor taktik, kehadiran deretan kompatriotnya di Timnas Spanyol menjadi alasan kuat mengapa ia mantap memilih Camp Nou. Nama-nama seperti Pedri, Dani Olmo, Pau Cubarsi, Gavi, Joan Garcia, hingga Lamine Yamal—yang berjuang bersamanya merengkuh trofi Piala Dunia 2026—membuat proses adaptasinya dipastikan berjalan lebih mulus.
”Saya masuk ke ruang ganti yang isinya sudah akrab semua. Jadi adaptasi harusnya gampang, paling cuma perlu siap-siap kena ceng-cengan di hari-hari pertama,” selorohnya sambil tertawa.

