Persija Jakarta tidak ingin setengah-setengah menatap bergulirnya Super League 2026/2027. Skuad berjuluk Macan Kemayoran ini memutuskan untuk menempa diri lewat program training camp (TC) intensif di Thailand.
Langkah ini diambil demi mematangkan ketahanan fisik, mengasah skema permainan, serta menguji kesiapan tim lewat dua laga uji coba bergengsi.
Fokus Tahap Pertama: Penggemblengan Fisik di Hua Hin
Pada pekan pertama pemusatan latihan, Persija memilih Kota Hua Hin sebagai markas adaptasi. Di sini, pelatih kepala Shin Tae-yong memfokuskan porsi latihan pada peningkatan daya tahan fisik sekaligus pemantapan pola taktik dasar.
Geser ke Bangkok: Dua Laga Uji Coba Jadi Ujian Nyata
Memasuki pekan kedua TC, rombongan Macan Kemayoran akan diboyong ke Bangkok untuk melakoni dua laga uji coba penting:
- 19 Agustus 2026: Melawan Police Tero FC
- 22 Agustus 2026: Melawan Chiangrai United
Strategi Berbeda Shin Tae-yong di Tiap Pertandingan
Shin Tae-yong menegaskan bahwa kedua laga uji coba tersebut mengusung target yang berbeda:
- Uji Coba 1 (vs Police Tero): Difokuskan untuk mengasah chemistry serta menerapkan hasil latihan taktik di lapangan. Shin ingin melihat sejauh mana para pemain memahami skema yang telah dilatih.
- Uji Coba 2 (vs Chiangrai United): Persija bakal menurunkan komposisi pemain terbaik sejak menit awal untuk mengukur performa puncak tim menjelang kick-off liga.
“Pada 19 Agustus 2026, fokus kami adalah menyelaraskan kerja sama tim, latihan tim, dan penerapan taktik. Sedangkan pada 22 Agustus saat bertemu Chiangrai, kami berencana menurunkan susunan pemain terbaik,” ungkap Shin Tae-yong.
Kebijakan Rotasi Pemain Tetap Berjalan
Sama seperti pendekatan yang dilakukan pada ajang pramusim Piala Presiden 2026, Shin Tae-yong memastikan rotasi pemain akan tetap berjalan di Thailand. Kebijakan ini diambil agar seluruh anggota skuad mendapatkan menit bermain yang cukup sekaligus memberi kesempatan bagi tim pelatih untuk menilai perkembangan individu setiap pemain secara objektif.

