JAKARTA – Debut Andoni Iraola memimpin Liverpool di Anfield berakhir kurang memuaskan. Meski sempat unggul dua gol, The Reds justru tersungkur dan menyerah 2-3 saat menjamu AS Monaco dalam laga pramusim, akhir pekan lalu.
Liverpool sebenarnya mengawali pertandingan dengan sangat menjanjikan. Dua gol cepat dari Alexander Isak dan Florian Wirtz membawa tuan rumah memimpin lebih dulu. Namun, Monaco perlahan bangkit dan membalikkan keadaan lewat torehan Aleksandr Golovin, Mika Biereth, serta gol penentu dari Paris Brunner.
Menanggapi hasil minor ini, Iraola secara jujur mengkritik konsistensi skuadnya. Pelatih asal Spanyol tersebut menilai performa anak asuhnya merosot tajam setelah tampil apik di awal laga.
“Setengah jam pertama kami sebenarnya tampil sangat solid dan mendominasi. Sayangnya, anak-anak belum sanggup menjaga intensitas serta level permainan itu sepanjang laga,” ujar Iraola.
Mantan juru taktik AFC Bournemouth itu tak menampik bahwa masalah kebugaran menjadi faktor krusial di balik kekalahan timnya. Sejumlah pilar utama seperti Virgil van Dijk dan Cody Gakpo dinilai belum berada dalam kondisi fisik puncak usai membela timnas Belanda di Piala Dunia 2026.
“Bensin mereka belum cukup untuk main penuh 90 menit. Ini hal wajar karena butuh proses dan kita harus lebih sering latihan bersama lagi untuk mengembalikan ritme terbaik,” tambahnya.
Selain mengevaluasi stamina pemain, Iraola juga membeberkan alasan absennya dua pilar penting lainnya:
- Jeremy Jacquet: Masih dalam tahap pemulihan fisik dan dianggap belum siap bertanding (match fit).
- Curtis Jones: Terpaksa dipinggirkan karena mengalami masalah pada bagian pinggul.
Meski begitu, Iraola tetap menyimpan kesan positif dalam penampilan perdananya di pinggir lapangan Anfield sebagai juru taktik anyar The Reds. Ia mengaku tetap menikmati atmosfer luar biasa yang disajikan para pendukung.
Liverpool tak punya banyak waktu untuk meratap. Mereka bakal melakoni laga uji coba terakhir kontra Como pada Senin (17/8) pukul 00.00 WIB di Anfield. Pertandingan ini menjadi ajang pemanasan pamungkas sebelum The Reds resmi memulai petualangan di Premier League dengan melawat ke markas Newcastle United di St. James’ Park sepekan kemudian.

