TANGERANG – Kualitas infrastruktur fisik menjadi fondasi penting dalam menentukan tingkat kenyamanan dan keamanan siswa saat mengenyam pendidikan. Kondisi fasilitas sekolah yang tidak memadai sering kali menjadi hambatan utama bagi terciptanya ekosistem belajar yang optimal.
Merespons persoalan tersebut, Yayasan Tarumanagara meresmikan hasil revitalisasi bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 13 Karawaci yang sebelumnya mengalami kerusakan. Langkah ini merupakan wujud tanggung jawab sosial institusi dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan dasar di Indonesia.
Perbaikan fisik yang direalisasikan mencakup pembangunan panggung baru, pengecatan ulang seluruh area sekolah, pembuatan platform, hingga pemasangan keramik di sejumlah titik. Intervensi fisik ini dirancang untuk memastikan peserta didik dan tenaga pendidik memiliki ruang beraktivitas yang lebih layak.
Ketua Yayasan Tarumanagara Prof. Dr. Ariawan Gunadi menjelaskan, inisiatif tersebut lahir dari pemahaman bahwa kondisi lingkungan berkorelasi erat dengan kualitas penyerapan ilmu pengetahuan.
“Fasilitas sekolah yang aman dan nyaman bukan sekadar infrastruktur pelengkap, melainkan instrumen esensial untuk memantik semangat belajar siswa sekaligus menunjang efektivitas pengajaran,” kata Ariawan usai acara, Jumat (31/7/26).
Pembaruan fasilitas tersebut diproyeksikan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi produktivitas kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut. Area publik yang tertata diyakini dapat menciptakan suasana yang jauh lebih kondusif bagi interaksi sosial maupun akademik peserta didik.
Pria yang juga memiliki hobi basket ini menegaskan, langkah perbaikan ini didorong oleh prinsip bahwa kontribusi memajukan pendidikan harus menjangkau masyarakat akar rumput, bukan hanya terpusat pada jenjang pendidikan tinggi.
“Sebagai institusi pendidikan, kami memiliki kewajiban moral untuk menghadirkan dampak nyata melalui tindakan kolaboratif yang terukur agar generasi muda kita bisa mendapatkan fasilitas belajar yang lebih baik,” jelasnya.
Pelaksanaan program revitalisasi ini sepenuhnya bertumpu pada sinergi lintas sektor antara lembaga swasta dan instansi pemerintahan. Seluruh tahapan perbaikan telah dikoordinasikan secara intensif bersama Pemerintah Kota Tangerang agar sejalan dengan ketentuan regulasi dan kebutuhan riil pihak sekolah.
Sinergi berkelanjutan tersebut diharapkan mampu menjamin pemeliharaan fasilitas pendidikan yang telah diperbaiki agar kemanfaatannya tetap terjaga.
“Kami berharap pembaruan infrastruktur ini tidak hanya dirawat untuk jangka panjang, tetapi juga mampu menginspirasi lahirnya lebih banyak hal baik yang terus berguna bagi sesama,” pungkas Ariawan.

