JAKARTA – Tim nasional Prancis memastikan tempat di babak empat besar turnamen akbar sepak bola sejagat. Keberhasilan ini tercipta setelah tim asuhan Didier Deschamps menumbangkan Maroko dua gol tanpa balas di Stadion Boston, Amerika Serikat. Kesuksesan Prancis lolos semifinal Piala Dunia 2026 memicu perdebatan sengit di kalangan pendukung mengenai calon lawan ideal.
Prancis kini menunggu pemenang laga perempat final antara Spanyol kontra Belgia di Stadion Los Angeles, Amerika Serikat. Pertandingan penentu calon lawan Prancis tersebut memunculkan dua kubu opini berbeda di kalangan suporter Les Bleus. Sebagian pendukung menginginkan laga sarat gengsi melawan Spanyol, sementara sebagian lain memilih Belgia.
Misi Balas Dendam Versus Lawan Mudah
Skenario pertemuan melawan Spanyol mengusung misi balas dendam atas kekalahan masa lalu. Suporter menginginkan penebusan dosa setelah kegagalan menyakitkan pada kompetisi sebelumnya.
“Jika bisa memilih, saya ingin Prancis berjumpa Spanyol, lalu mengalahkan Spanyol. Hasil itu akan menjadi balasan kekalahan Prancis di semifinal Euro 2024,” ujar suporter Prancis, Morgan.
Sebaliknya, kelompok pendukung lain melihat celah keuntungan jika Prancis menghadapi Belgia. Skuad Belgia dinilai memiliki titik lemah materi pemain daripada Tim Matador Spanyol.
“Skuad Belgia tidak bagus,” tutur pendukung Prancis lainnya, Neil.
Catatan sejarah menunjukkan Belgia kerap menjadi batu sandungan berat bagi Prancis sejak pertemuan pertama tahun 1904. Data statistik 11v11 mencatat kedua tim telah bertanding sebanyak 78 kali. Belgia memimpin dengan 30 kemenangan, sedangkan Prancis baru mengoleksi 29 kemenangan, dan sisa laga berakhir imbang.

