JAKARTA – Jepang melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 membawa ambisi besar. Skuad Samurai Biru menolak menunggu hingga target awal tahun 2050 untuk mengangkat trofi paling bergengsi sepak bola jagat raya. Sektor tengah tim matahari terbit siap membuktikan kualitas tertinggi saat menghadapi raksasa Amerika Selatan, Brasil.
Gelandang Jepang, Daichi Kamada, menegaskan komitmen tinggi usai melibas Tunisia empat gol tanpa balas.
“Kami sungguh ingin menjuarai Piala Dunia ini,” ujar Kamada optimis.
Pelatih Hajime Moriyasu mengamini target tinggi tersebut demi menorehkan sejarah baru sepak bola Asia. Langkah terjal kini membentang di depan mata skuad Jepang dalam laga penentuan di Houston Stadium.
Lawan tangguh kali ini merupakan pemilik lima gelar juara dunia, Brasil. Duel babak gugur ini menyajikan benturan taktik tingkat tinggi antara kedua tim penganut sepak bola menyerang.
Ancaman Nyata Kreativitas Vinicius Junior
Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, menerapkan filosofi Jogo Bonito dengan menitikberatkan kebebasan kreativitas individu. Pendekatan taktik tersebut menghidupkan daya gedor lini depan Brasil, terutama lewat pergerakan melebar Vinicius Junior.
Penyerang sayap kiri ini menjelma menjadi predator menakutkan bagi lini pertahanan lawan selama turnamen berlangsung.
Vinicius Junior mengemas empat gol serta mencatatkan kreasi peluang tertinggi bagi Tim Samba. Kondisi cedera Wataru Endo, Kaoru Mitoma, serta Takumi Minamino memperparah situasi lini belakang Jepang. Bek tengah Hiroki Ito mengemban tugas berat mengawal pergerakan cepat barisan penyerang Brasil.
Benteng Kokoh Gabriel Magalhaes Menahan Agresivitas Jepang
Tim Samba memiliki keseimbangan taktik luar biasa berkat kehadiran duet bek tangguh Gabriel Magalhaes dan Marquinhos. Gabriel Magalhaes membuktikan kualitas pertahanan solid lewat catatan 260 umpan akurat sepanjang fase grup. Kehadiran kiper utama Alisson Becker kian memperkokoh tembok pertahanan terakhir juara dunia lima kali itu.
Pelatih Hajime Moriyasu tetap mengandalkan formasi pakem 3-4-3 guna mendobrak pertahanan rapat Brasil. Striker Ayase Ueda menjadi tumpuan utama membongkar kuartet lini belakang pasukan Carlo Ancelotti. Pemenang laga sengit ini berpotensi menantang juara bertahan Argentina pada babak perempat final mendatang.

