JAKARTA – Lionel Scaloni membawa misi besar menjelang laga perdana Grup J Piala Dunia 2026 di Kansas City Stadium, Amerika Serikat, Rabu (17/6) pukul 08.00 WIB. Pelatih Argentina tersebut menegaskan ambisi tim untuk menghindari memori kelam turnamen empat tahun lalu. Saat itu, Albiceleste tumbang 1-2 dari Arab Saudi pada laga pembuka fase grup.
Kekalahan memalukan di Qatar tersebut justru memicu kebangkitan tim hingga akhirnya sukses merengkuh gelar juara dunia ketiga. Kini, tantangan serupa datang dari tim dunia Arab lainnya, Aljazair. Scaloni memastikan anak asuhnya tidak akan memberi ruang bagi lawan untuk menciptakan kejutan serupa.
Ambisi Scaloni berkaca pada nasib buruk tim raksasa seperti Brasil, Spanyol, dan Uruguay. Tiga tim besar tersebut gagal meraih poin penuh pada laga pertama fase grup Piala Dunia 2026.
Catatan Horor Albiceleste dan Efek Penggentar Lawan
Persiapan Argentina menuju turnamen edisi ini terbilang impresif. Pasukan Tango mencatatkan 34 kemenangan dari 39 pertandingan sejak 18 Desember 2022. Sebanyak 28 kemenangan di antaranya berakhir tanpa kebobolan (clean sheet), termasuk enam laga menyapu bersih gelar juara Copa America 2024.
Hanya Uruguay, Paraguay, dan Ekuador yang sanggup menumbangkan Argentina dalam kurun waktu tersebut. Keperkasaan ini menjadi faktor penggentar utama bagi Aljazair. Selepas kualifikasi zona Amerika Selatan berakhir, skuad asuhan Scaloni bahkan menyapu bersih tujuh laga persahabatan dengan torehan enam kali clean sheet.
Taktik Serigala Padang Pasir dan Sihir Lionel Messi
Aljazair datang dengan modal kepercayaan diri tinggi di bawah asuhan Vladimir Petkovic. Tim berjuluk Serigala Padang Pasir belum terkalahkan dalam empat laga uji coba terakhir, termasuk menumbangkan Belanda dan menahan imbang Uruguay. Petkovic mengantongi modal penting usai mempelajari kesuksesan Maroko menahan Brasil 1-1, serta keberhasilan Arab Saudi mengimbangi Uruguay.
Guna meredam agresi lawan, Petkovic siap mengandalkan formasi tiga bek 3-5-2 atau skema berlian 4-4-2. Sektor penyerangan bertumpu pada kecepatan Riyad Mahrez, Amine Gouiri, dan Mohamed Amoura. Kehadiran Amoura menjadi kartu as berkat sumbangan 10 gol dan empat assist sepanjang babak kualifikasi.
Di kubu seberang, Argentina siap meladeni taktik bertahan lewat formasi andalan 4-3-3. Lionel Messi kembali memimpin rekan-rekannya dalam penampilan ke-27 pada ajang Piala Dunia keenam sepanjang karier. Sang kapten akan bahu-membahu bersama Thiago Almada guna menyokong pergerakan striker Lautaro Martinez.
Keseimbangan lini tengah tetap menjadi milik trio Enzo Fernandez, Rodrigo de Paul, dan Alexis Mac Allister. Sementara itu, Cristian Romero menggalang lini pertahanan demi melindungi penjaga gawang Emiliano Martinez dari ancaman serangan balik cepat Aljazair. Wibawa serta kepemimpinan Messi di lapangan diyakini menjadi pembeda utama agar Argentina tidak tergelincir sejak menit awal.

