Jakarta – Chelsea, Manchester United, Alejandro Garnacho, Liga Inggris, dan hasil pertandingan pekan ini menjadi sorotan tajam setelah kekalahan tipis The Blues di kandang sendiri yang memicu keretakan internal skuad.
Kekalahan 0-1 Chelsea dari Manchester United pada 19 April lalu menyisakan luka mendalam sekaligus konflik internal di Stamford Bridge. Alejandro Garnacho mendadak jadi sasaran kemarahan rekan setimnya sendiri setelah tampil buruk dalam laga krusial tersebut.
Masuk menggantikan Estevao pada menit ke-16, pemain asal Argentina ini justru gagal memberikan kontribusi nyata bagi lini serang tim yang sedang mandul.
Ruang Ganti Memanas dan Teguran Cole Palmer
Suasana mencekam menyelimuti ruang ganti Chelsea saat jeda pertandingan. Laporan dari The Sun menyebutkan bahwa sejumlah pemain senior meluapkan kekesalan terhadap minimnya intensitas kerja Garnacho. Di lapangan, Cole Palmer bahkan tertangkap kamera menegur keras sang pemain sayap karena terlalu sering kehilangan penguasaan bola.
Tercatat, Garnacho kehilangan bola sebanyak 15 kali sepanjang laga. Puncaknya, ia kalah berduel dengan Bruno Fernandes yang memicu lahirnya assist bagi gol kemenangan Matheus Cunha. Kegagalan ini memperparah posisi pemain berusia 21 tahun tersebut di mata rekan-rekannya.
“Atmosfer di dalam tim sedang tidak baik. Para pemain menuntut komitmen penuh, terutama dalam pertandingan besar melawan rival seperti Manchester United,” ujar sumber tersebut.
Sindiran Mantan Rekan dan Ancaman Depak
Ironisnya, penderitaan Garnacho justru menjadi bahan perbincangan di kubu lawan. Luke Shaw, Joshua Zirkzee, hingga mantan pemain Chelsea, Mason Mount, kedapatan menunjukkan reaksi di media sosial yang menyiratkan perayaan atas kemenangan tersebut. Hal ini seolah menambah garam pada luka yang sedang dialami publik London Barat.
Sejak pindah ke Chelsea dengan nilai transfer £40 juta, performa Garnacho memang jauh dari ekspektasi. Ia hanya mampu membukukan delapan gol dari 40 penampilan musim ini.
Minimnya konsistensi ini membuat manajemen Chelsea mulai kehilangan kesabaran. Jika situasi tidak segera membaik, klub kabarnya siap melepas Garnacho pada bursa transfer musim panas mendatang demi merombak skuad yang lebih kompetitif.

