Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    Susul BBM Nonsubsidi Lain, Harga Pertamax Green Tembus Rp19.150

    September 2, 2026

    Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru

    September 2, 2026

    Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa

    September 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Susul BBM Nonsubsidi Lain, Harga Pertamax Green Tembus Rp19.150
    • Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru
    • Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa
    • Lanjutkan Efisiensi, Pemerintah Ramu Strategi Ekonomi Tumbuh 6% pada 2027
    • GOJO Resmi Beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta, Siapkan 250 Armada untuk Memperkuat Layanan City Ride Jabodetabek
    • Survei Poltracking Catat Kepuasan Publik terhadap Fungsi DPR Terus Turun
    • Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester
    • Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!
    Facebook X (Twitter) Instagram
    rasional.corasional.co
    Login
    Rabu, September 2
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Beranda » Lonjakan Kasus Campak, Indonesia Disebut Peringkat Dua Global, Pemerintah Perkuat Imunisasi
    Dunia

    Lonjakan Kasus Campak, Indonesia Disebut Peringkat Dua Global, Pemerintah Perkuat Imunisasi

    MartinBy MartinApril 23, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Telegram Copy Link
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    JAKARTA, Rasional.co – Lonjakan kasus campak kembali menempatkan Indonesia dalam sorotan global setelah disebut sebagai salah satu negara dengan jumlah kasus tertinggi di dunia. Situasi ini mencerminkan kerentanan sistem kesehatan dasar, terutama dalam cakupan imunisasi anak yang belum merata pascapandemi.

    Dalam konteks kesehatan publik, campak bukan sekadar penyakit infeksi biasa, melainkan indikator kegagalan perlindungan imunisasi populasi. Ketika cakupan vaksinasi menurun, risiko wabah meningkat dan berdampak langsung pada kelompok rentan, khususnya anak-anak.

    Cakupan Imunisasi Turun, Kasus Campak Meningkat

    Data World Health Organization dan UNICEF dalam laporan tahun 2023 menunjukkan peningkatan signifikan kasus campak secara global, dengan Indonesia termasuk dalam kelompok negara dengan jumlah kasus tinggi.

    Mengutip laporan tersebut, gangguan layanan kesehatan selama pandemi COVID-19 menyebabkan jutaan anak tidak mendapatkan imunisasi rutin. Hal ini berkontribusi pada meningkatnya jumlah kasus campak di berbagai negara, termasuk Indonesia.

    Kondisi tersebut juga tercermin dalam data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang mencatat lonjakan kasus campak dan rubella dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak 2022 hingga 2024, seiring menurunnya cakupan imunisasi dasar lengkap.

    “Penurunan cakupan imunisasi selama pandemi meningkatkan risiko kejadian luar biasa penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, termasuk campak,” sebagaimana dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan dalam publikasi resmi program imunisasi nasional.

    Indonesia dalam Peta Global Kasus Campak

    Dalam laporan WHO-UNICEF 2023, Indonesia disebut sebagai salah satu negara dengan jumlah anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar (zero-dose children) dalam jumlah besar. Posisi ini berkontribusi terhadap tingginya angka kasus campak secara nasional.

    Fenomena ini tidak berdiri sendiri. Secara global, WHO mencatat lebih dari 9 juta kasus campak terjadi sepanjang 2021, dengan tren peningkatan berlanjut hingga 2023 akibat ketertinggalan imunisasi.

    Bagi Indonesia, posisi sebagai salah satu negara dengan kasus tinggi menunjukkan adanya tantangan struktural, mulai dari akses layanan kesehatan, distribusi vaksin, hingga literasi masyarakat terhadap imunisasi.

    Dampak Kesehatan dan Risiko Wabah Lebih Luas

    Campak memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi. Satu kasus dapat menularkan hingga 9 dari 10 individu yang belum memiliki kekebalan. Dampaknya tidak hanya berupa gejala akut, tetapi juga komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, hingga kematian pada anak.

    Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa penyakit menular pada anak masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi angka kesakitan di Indonesia, terutama di wilayah dengan akses layanan kesehatan terbatas.

    Dengan meningkatnya mobilitas penduduk, risiko penyebaran campak juga menjadi lebih luas, terutama di kawasan padat penduduk dan wilayah dengan cakupan imunisasi rendah.

    Respons Pemerintah dan Arah Kebijakan

    Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memperkuat program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) sebagai langkah untuk mengejar ketertinggalan cakupan vaksinasi.

    “Imunisasi adalah upaya paling efektif untuk mencegah penyakit campak dan melindungi anak dari komplikasi serius,” sebagaimana disampaikan dalam kampanye resmi Kementerian Kesehatan terkait percepatan imunisasi.

    Selain itu, pemerintah juga mendorong penguatan sistem surveilans dan respons cepat terhadap kejadian luar biasa (KLB) campak di berbagai daerah.

    Upaya ini menjadi krusial mengingat tingginya kasus campak tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga mencerminkan ketahanan sistem layanan kesehatan dasar. Ke depan, keberhasilan pengendalian campak akan sangat bergantung pada konsistensi kebijakan imunisasi dan kemampuan menjangkau populasi rentan secara merata.

    BIAN BPS kesehatan campak global imunisasi anak kasus campak Indonesia kebijakan kesehatan Kementerian Kesehatan kesehatan anak KLB campak penyakit menular vaksinasi Indonesia wabah campak WHO UNICEF zero dose children
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleCara Iko Uwais ‘Jual’ Budaya Indonesia Lewat Film ‘Ikatan Darah’
    Next Article Hammersonic 2026 Mendadak Eksklusif, Masuk Harus Pakai Undangan Kayak Kondangan
    Martin
    • Website

    Related Posts

    Lanjutkan Efisiensi, Pemerintah Ramu Strategi Ekonomi Tumbuh 6% pada 2027

    September 2, 2026

    GOJO Resmi Beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta, Siapkan 250 Armada untuk Memperkuat Layanan City Ride Jabodetabek

    September 2, 2026

    Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester

    September 1, 2026

    Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin

    September 1, 2026

    PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online

    Agustus 31, 2026

    Orangutan Pingsan di Kebun Sawit Ketapang Akibat ASAP Karhutla, Tim Relawan Turun Tangan

    Agustus 31, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Susul BBM Nonsubsidi Lain, Harga Pertamax Green Tembus Rp19.150

    By MartinSeptember 2, 2026

    JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamax Green 95…

    Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru

    September 2, 2026

    Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa

    September 2, 2026
    Top Trending

    GOJO Resmi Beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta, Siapkan 250 Armada untuk Memperkuat Layanan City Ride Jabodetabek

    By AlvaroSeptember 2, 2026

    TANGERANG, 1 September 2026 — Good Journey (GOJO) Indonesia resmi mengoperasikan layanan…

    PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online

    By ADNAgustus 31, 2026

    JAKARTA – Universitas Nasional (Unas) resmi meluncurkan Pusat Studi Gender dan Perlindungan Hak…

    Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru

    By Bayu PratamaSeptember 2, 2026

    Rasional.co – Pagi, sore, hingga malam, Amat Surman kini memiliki kesibukan baru…

    © 2026 RASIONAL.CO
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    • Extra Crunch Terms
    • Code of Conduct

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?