Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    Erick Thohir: Industri Olahraga Jadi Investasi Kesehatan dan Ekonomi

    September 3, 2026

    Kejar Wisman Taiwan, Indonesia Andalkan “Direct Flight” Mulai 1 Oktober

    September 3, 2026

    Deg-degan! Begini Kesan Andini & Kiki Sambut Prabowo di Vladivostok Rusia

    September 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Erick Thohir: Industri Olahraga Jadi Investasi Kesehatan dan Ekonomi
    • Kejar Wisman Taiwan, Indonesia Andalkan “Direct Flight” Mulai 1 Oktober
    • Deg-degan! Begini Kesan Andini & Kiki Sambut Prabowo di Vladivostok Rusia
    • Tok! RAPBN 2027: Ekonomi Ditarget Tumbuh 6%, Rupiah Rp17.500/USD
    • 80,6% Warga RI Sudah Online, Wamen Nezar Patria: Jadilah Pemain, Bukan Sekadar Pasar Digital
    • Susul BBM Nonsubsidi Lain, Harga Pertamax Green Tembus Rp19.150
    • Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru
    • Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa
    Facebook X (Twitter) Instagram
    rasional.corasional.co
    Login
    Kamis, September 3
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Beranda » Lonjakan Diabetes di Indonesia Capai 32 Juta, Ancam Produktivitas Nasional
    Lifestyle

    Lonjakan Diabetes di Indonesia Capai 32 Juta, Ancam Produktivitas Nasional

    MartinBy MartinApril 22, 2026Updated:April 22, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Telegram Copy Link
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Jakarta, Rasional.co – Indonesia menghadapi lonjakan serius diabetes yang kini telah mencapai skala nasional. Peningkatan prevalensi tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi mulai menekan produktivitas tenaga kerja dan memperbesar beban pembiayaan negara.

    Kondisi ini menempatkan diabetes sebagai salah satu penyakit tidak menular paling krusial, dengan implikasi langsung terhadap stabilitas ekonomi dan kualitas sumber daya manusia.

    Prevalensi Diabetes di Indonesia Melonjak, Mayoritas Tak Terdeteksi

    Mengutip publikasi resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, prevalensi diabetes di Indonesia mencapai 11,7% atau sekitar 32 juta penduduk berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Angka ini meningkat dari 6,9% pada 2013 menjadi 8,5% pada 2018.

    Namun, kesenjangan terbesar terjadi pada diagnosis. Prevalensi berdasarkan diagnosis dokter hanya sekitar 2,2%, menandakan sebagian besar kasus belum terdeteksi dalam sistem layanan kesehatan.

    “Lebih dari 2/3 orang tidak mengetahui bahwa mereka menderita diabetes. Artinya fenomena diabetes seperti gunung es,” ujar Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, sebagaimana dilansir dari Kemenkes.

    Kondisi ini memperbesar risiko komplikasi karena penanganan umumnya dilakukan pada fase lanjut, ketika biaya pengobatan lebih tinggi dan dampak kesehatan lebih berat.

    Gaya Hidup dan Obesitas Dorong Kenaikan Diabetes di Indonesia

    Kenaikan kasus diabetes di Indonesia berjalan seiring dengan meningkatnya prevalensi obesitas. Data SKI 2023 mencatat obesitas dewasa mencapai 23,4%, naik dari 21,8% pada 2018.

    Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menegaskan bahwa mayoritas kasus merupakan diabetes tipe 2 yang berkaitan erat dengan pola hidup.

    “Gaya hidup tidak sehat seperti kurang aktivitas fisik, pola makan tidak seimbang, dan obesitas menjadi faktor utama peningkatan diabetes,” sebagaimana dilaporkan dalam publikasi Kemenkes.

    Urbanisasi mempercepat perubahan pola konsumsi masyarakat, terutama peningkatan asupan gula dan makanan olahan. Di sisi lain, aktivitas fisik cenderung menurun, memperbesar risiko penyakit metabolik sejak usia produktif.

    Beban Ekonomi Meningkat, Skrining Jadi Kunci Pengendalian

    Lonjakan diabetes di Indonesia berdampak langsung pada pembiayaan kesehatan nasional. Data yang dikutip dari Dinas Kesehatan Aceh menunjukkan beban penyakit tidak menular mencapai Rp24,1 triliun pada 2022.

    Cakupan deteksi dini juga masih terbatas. Pemerintah mencatat baru sekitar 33% penduduk menjalani skrining penyakit tidak menular secara rutin.

    “Upaya pencegahan jauh lebih efektif menjaga kesehatan daripada mengobati saat jatuh sakit,” ujar Juru Bicara Kemenkes dr. Mohammad Syahril, sebagaimana dilaporkan oleh Dinas Kesehatan Aceh.

    Sebagai respons, pemerintah memperluas program skrining gratis di puskesmas dan memperkuat pendekatan promotif melalui kampanye CERDIK dan PATUH.

    Kemenkes juga menyiapkan roadmap pengendalian diabetes nasional yang menitikberatkan pada deteksi dini, perubahan gaya hidup, dan penguatan layanan kesehatan primer.

    Tanpa intervensi yang terstruktur, peningkatan prevalensi diabetes di Indonesia berpotensi menekan produktivitas nasional dan memperbesar tekanan fiskal dalam jangka panjang.

    Diabetes Indonesia Kemenkes Obesitas Indonesia Penyakit Tidak Menular Skrining Kesehatan
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePengesahan UU PPRT Disambut Haru, Perjuangan 22 Tahun Berbuah Regulasi
    Next Article Jalur Pendakian Gunung Semeru Buka 24 April, Pendaki Diharamkan Injakkan Kaki di Mahameru
    Martin
    • Website

    Related Posts

    Kejar Wisman Taiwan, Indonesia Andalkan “Direct Flight” Mulai 1 Oktober

    September 3, 2026

    Deg-degan! Begini Kesan Andini & Kiki Sambut Prabowo di Vladivostok Rusia

    September 2, 2026

    Tok! RAPBN 2027: Ekonomi Ditarget Tumbuh 6%, Rupiah Rp17.500/USD

    September 2, 2026

    Lanjutkan Efisiensi, Pemerintah Ramu Strategi Ekonomi Tumbuh 6% pada 2027

    September 2, 2026

    GOJO Resmi Beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta, Siapkan 250 Armada untuk Memperkuat Layanan City Ride Jabodetabek

    September 2, 2026

    Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester

    September 1, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Erick Thohir: Industri Olahraga Jadi Investasi Kesehatan dan Ekonomi

    By Bayu PratamaSeptember 3, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Industri olahraga tidak hanya berkaitan dengan prestasi dan hiburan, tetapi juga dapat…

    Kejar Wisman Taiwan, Indonesia Andalkan “Direct Flight” Mulai 1 Oktober

    September 3, 2026

    Deg-degan! Begini Kesan Andini & Kiki Sambut Prabowo di Vladivostok Rusia

    September 2, 2026
    Top Trending

    Erick Thohir: Industri Olahraga Jadi Investasi Kesehatan dan Ekonomi

    By Bayu PratamaSeptember 3, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Industri olahraga tidak hanya berkaitan dengan prestasi dan hiburan,…

    Kejar Wisman Taiwan, Indonesia Andalkan “Direct Flight” Mulai 1 Oktober

    By Bayu PratamaSeptember 3, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Indonesia membidik pasar wisatawan mancanegara (wisman) Taiwan yang masih…

    Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa

    By Bayu PratamaSeptember 2, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Produk kecap buatan Bekasi menembus pasar Eropa. Ekspor perdana…

    © 2026 RASIONAL.CO
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    • Extra Crunch Terms
    • Code of Conduct

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?