Jakarta – Aroma tanah basah dan riuh rendah suara hutan tropis buatan menyambut puluhan ribu pasang mata di Jakarta Selatan. Di balik jeruji rimbun Pusat Primata Schmutzer, seekor primata raksasa tampak sibuk menginspeksi kado istimewa berupa gunungan buah segar.
Inilah hari besar bagi Komu, gorila jantan penghuni Taman Margasatwa Ragunan tersebut merayakan pertambahan usia ke-29 tahun dengan sangat meriah.
Sebanyak 41.303 pengunjung tercatat memadati area kebun binatang seluas 147 hektare tersebut pada Minggu (19/4). Angka kunjungan fantastis ini bertepatan dengan momentum perayaan ulang tahun sang primata jantan dewasa asal Afrika.
“Sebanyak 41.303 pengunjung tercatat,” kata Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan Wahyudi Bambang, Senin (20/4).
Atraksi Panjat Kelapa dan Tumpeng Buah
Komu tumbuh menjadi gorila aktif dengan rasa ingin tahu tinggi. Satwa titipan Howlette Zoo, Inggris ini sering memamerkan kemampuan memanjat pohon kelapa guna mengambil buahnya secara mandiri. Aksi alami tersebut selalu sukses memukau pengunjung saat sesi peragaan dalam kandang berlangsung.
Pihak pengelola menyiapkan dekorasi khusus serta tumpeng buah sebagai bentuk apresiasi atas kesejahteraan satwa. Perayaan sederhana namun penuh makna ini menjadi pusat perhatian utama bagi massa memadati area Schmutzer sejak pagi hari.
“Momen ini tidak hanya menjadi bentuk perhatian bagi satwa, tetapi juga sarana edukasi bagi pengunjung tentang pentingnya konservasi dan kesejahteraan primata,” tutur Bambang menjelaskan tujuan acara.
Simbol Keberhasilan Konservasi Internasional
Pertambahan usia Komu menjadi bukti nyata keberhasilan pengelola dalam merawat satwa endemik Benua Hitam di tengah hiruk-pikuk Jakarta. Kehadiran ribuan orang dalam acara ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pelestarian satwa liar di habitat aslinya maupun lembaga konservasi.
Hingga saat ini, Taman Margasatwa Ragunan tetap menjadi paru-paru kota berisikan lebih dari 2.009 ekor satwa serta 20.000 pohon. Perayaan ulang tahun satwa seperti Komu diharapkan terus memperkuat peran kebun binatang modern sebagai pusat edukasi sekaligus rekreasi murah bagi warga.
“Harapan kami dapat terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian satwa liar serta peran kebun binatang modern,” pungkas Bambang.

