Jakarta – Toyota secara resmi mengumumkan rencana peluncuran global SUV listrik tiga baris terbaru pada 10 Februari 2026 mendatang guna menjawab kebutuhan kendaraan keluarga ramah lingkungan yang luas dan bertenaga.
Melalui bocoran gambar interior yang dirilis baru-baru ini, pabrikan asal Jepang tersebut mengonfirmasi bahwa model Electric Vehicle (EV) ini akan menjadi versi elektrik dari kesuksesan seri Highlander dengan dimensi yang lebih masif.
“Model baru ini dirancang khusus untuk keluarga besar yang membutuhkan ruang kabin ekstra tanpa mengorbankan performa listrik,” tulis pernyataan resmi manajemen Toyota saat memamerkan cuplikan interior kendaraan tersebut.
Kabin Futuristik dengan Teknologi Layar Jumbo
Masuk ke bagian interior, SUV listrik ini mengusung konsep modern dengan layar sentuh floating berukuran 14 inci yang mendominasi dasbor, serupa dengan sistem infotainment pada model bZ dan C-HR terbaru. Kenyamanan penumpang menjadi prioritas utama dengan hadirnya kontrol suhu mandiri bagi penumpang baris kedua, sehingga sirkulasi udara dapat diatur secara personal.
Keunggulan lain yang menjadi sorotan adalah penyematan massive glass roof atau atap kaca raksasa yang memberikan kesan luas dan mewah pada kabin.
Secara dimensi, mobil ini diprediksi memiliki panjang lebih dari 5.080 mm dengan desain boxy yang tangguh, menyerupai silinder Grand Highlander namun dalam balutan teknologi elektrifikasi penuh.
Produksi Massal dan Standardisasi Tesla NACS
SUV listrik ini akan diproduksi langsung di pabrik Toyota Georgetown, Kentucky, Amerika Serikat. Langkah strategis ini merupakan bagian dari investasi besar Toyota untuk mempercepat penetrasi pasar EV di pasar global. Menariknya, Toyota juga menggandeng Subaru untuk memproduksi kembaran SUV ini di fasilitas produksi yang sama.
Untuk urusan pengisian daya, Toyota melakukan terobosan dengan mengadopsi port pengisian daya NACS (North American Charging Standard) yang digunakan oleh Tesla. Teknologi ini memungkinkan pemilik kendaraan mengakses ribuan jaringan fast charger di seluruh dunia.
Dengan teknologi tersebut, pengisian daya dari 10 persen hingga 80 persen diklaim hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit dalam kondisi optimal.
Meski angka pasti mengenai kapasitas baterai belum dirilis, spekulasi industri menyebutkan bahwa kendaraan ini akan melampaui tenaga 375 horsepower milik bZ Woodland. Publik kini menantikan debut resminya pada pertengahan Februari untuk melihat spesifikasi lengkap dan harga jual sang “penguasa jalanan” baru ini.

