JAKARTA – The Brandals membawa kejutan segar lewat rilisan lagu terbaru bergenre hip-hop klasik era 1990-an. Grup musik rock legendaris Jakarta ini melepas single bertajuk “Ke Timur” sebagai pembuktian eksplorasi musikal tanpa batas. Duo produser Jonathan Mono dan Jonathan Pardede meracik aransemen musik dari demo dasar bernuansa boom bap hingga berkembang menjadi identitas utama lagu.
Rilisan ini juga menandai debut vokalis Eka Annash mengeksplorasi teknik vokal rap. Kendati hadir dengan jubah musik baru, The Brandals tetap setia menyuarakan kritik tajam terhadap karut-marut kondisi sosial politik Indonesia.
“Lagu ini merepresentasikan optimisme. Di tengah berbagai kerusakan peninggalan rezim, masyarakat sipil masih memiliki harapan dan semangat bangkit membangun Indonesia bersama,” ujar Eka Annash.
Kritik Sosial dan Semangat Bangkit Masyarakat Sipil
Lirik “Ke Timur” memuat pesan perlawanan kuat terhadap ketidakadilan, kapitalisme, serta dominasi penguasa. Melalui baris liriknya, grup musik ini menyoroti jargon kosong pluralisme hingga fenomena dinasti politik. Simbol “Ke Timur” menjadi penanda arah baru menuju fajar harapan, sekaligus seruan pergerakan bagi masyarakat sipil.
Rekaman terbaru ini sekaligus mempertegas posisi The Brandals sebagai unit musik vokal menyuarakan kegelisahan publik. Aransemen hip-hop dinamis berpadu lirik provokatif melahirkan formula musik protes menyengat. Rekaman audio “Ke Timur” kini sudah bisa dinikmati melalui berbagai platform digital.

