JAKARTA – Puncak tangga box office film Indonesia sepanjang tahun 2026 kini resmi menjadi milik saga pemungkas teror mistis Risa Saraswati. Karya layar lebar garapan MD Pictures bertajuk Danur: The Last Chapter sukses memikat jutaan pasang mata sekaligus mengukuhkan dominasi genre horor lokal.
Data resmi Cinepoint menunjukkan angka penjualan tiket bioskop garapan sutradara Awi Suryadi ini melesat tanpa tandingan. Pencapaian luar biasa ini sekaligus membuktikan loyalitas tinggi para penggemar setia waralaba Danur sejak peluncuran sekuel perdana sembilan tahun silam.
“Danur: The Last Chapter mengumpulkan total 3.619.565 penonton sekaligus mengukuhkan posisi puncak daftar film terlaris tahun ini,” rilis resmi Cinepoint mengenai performa penjualan tiket bioskop tanah air.
Rincian Data Box Office dan Estimasi Pendapatan
Keberhasilan menggaet jutaan penonton berimplikasi langsung pada pundi-pundi pendapatan produser Manoj Punjabi bersama tim produksi. Berikut adalah rincian data pencapaian kuantitatif serta konversi nilai ekonomi dari penayangan film pemungkas kisah Risa:
- Total Perolehan Penonton: 3.619.565 penonton di seluruh jaringan bioskop Indonesia.
- Estimasi Pendapatan Kotor: Sekitar Rp180.978.250.000 (asumsi harga tiket rata-rata Rp50.000 per penonton).
- Konversi Nilai Kurs Global: Setara dengan 11.237.531 dolar AS atau sekitar Rp180,9 miliar (kurs Rp16.104 per dolar AS).
- Status Pencapaian: Peringkat pertama daftar film Indonesia terlaris rilisan tahun 2026.
- Jaringan Bioskop Penayang: Seluruh layar Cinema XXI, CGV Cinemas, Cinepolis, serta bioskop independen tanah air.
Teror Terakhir Risa dan Misteri Gedung Tua
Sinopsis cerita berfokus pada akhir perjalanan spiritual Risa (Prilly Latuconsina) setelah memutuskan menutup gerbang komunikasi dengan dunia gaib. Keputusan hidup normal tersebut mendadak runtuh pasca sang adik, Riri (Zee Asadel), menerima lamaran kekasih di sebuah gedung pertunjukan tua. Perubahan sikap drastis Riri menjelang hari pernikahan memaksa Risa menghadapi rangkaian teror kematian berulang.
Risa meyakini kehadiran arwah Peter dan kawan-kawan kecilnya membawa pesan krusial guna menghentikan kutukan kegelapan tersebut. Skenario garapan Lele Laila ini berhasil memadukan ketegangan visual dengan kedalaman emosi perpisahan para tokoh utama.
“Pemerintah dan penonton mendukung penuh ekosistem perfilman nasional, kami memberikan fasilitas produksi terbaik guna menjaga kualitas visual,” ungkap Manoj Punjabi selaku produser eksekutif mengenai komitmen MD Pictures menjaga standar sinematografi horor Indonesia.
Pencapaian spektakuler ini menjadi tolok ukur baru bagi industri kreatif tanah air menjelang akhir paruh pertama tahun 2026. Antusiasme masif penonton bioskop membuktikan formula adaptasi novel kisah nyata Risa Saraswati tetap menjadi mesin pencetak uang utama bagi perfilman nasional.

