Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    PSEL Bogor Raya 1 Olah 1.500 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik

    September 18, 2026

    Bahlil ke Pemilik BMW dan Mobil Mewah: Jangan Pakai BBM Subsidi

    September 18, 2026

    AI Makin Sulit Diprediksi, Regulasi Harus Cepat Beradaptasi

    September 18, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • PSEL Bogor Raya 1 Olah 1.500 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik
    • Bahlil ke Pemilik BMW dan Mobil Mewah: Jangan Pakai BBM Subsidi
    • AI Makin Sulit Diprediksi, Regulasi Harus Cepat Beradaptasi
    • Viral Video Joanna Wietrzyk BAB di Tengah Perlombaan HYROX China, Panitia Akhirnya Ganti Lantai Arena dan Minta Maaf
    • Skenario Gila Timnas U20 Tempa Diri di Negeri Tirai Bambu Demi Menembus Putaran Final Azerbaijan
    • Jadwal Pekan Ketiga BRI Super League: Persib Tantang Persijap, Bali United Sambangi Borneo FC
    • Bantai Nepal Tanpa Ampun, Timnas Voli Putri Indonesia Segel Tiket Perempat Final Asian Games 2026
    • Sempat Bernama Gajah Mada, TNI AL Ubah Nama Kapal Induk Jadi KRI Sriwijaya
    rasional.corasional.co
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok
    Login
    Jumat, September 18
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Home»Ekonomi»Tak Lagi Tergantung BTS! Satelit & Fiber Optik Jadi Andalan Perluas Internet
    Ekonomi

    Tak Lagi Tergantung BTS! Satelit & Fiber Optik Jadi Andalan Perluas Internet

    Bayu PratamaBy Bayu PratamaAgustus 5, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Copy Link WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Copy Link Telegram WhatsApp

    JAKARTA. Pemerintah mulai mengubah strategi pemerataan akses internet nasional dengan tidak lagi mengandalkan pembangunan base transceiver station atau BTS sebagai solusi utama. Sebaliknya, penyediaan konektivitas akan disesuaikan dengan kondisi geografis, jumlah penduduk, serta kebutuhan masing-masing daerah melalui kombinasi berbagai teknologi.

    Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan internet hingga ke wilayah yang selama ini sulit dijangkau jaringan telekomunikasi konvensional.

    Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan pemerintah akan memetakan kebutuhan setiap daerah sebelum menentukan teknologi yang paling efektif, mulai dari BTS, fiber optik, satelit hingga moda jaringan telekomunikasi lainnya.

    “Kita coba petakan mana yang prioritas. Yang mungkin tidak bisa ditembus dengan BTS, mungkin lewat satelit atau moda jaringan telekomunikasi yang lain,” kata Nezar saat menerima audiensi Dinas Komunikasi dan Informatasi Provinsi Kalimantan Timur di Jakarta Pusat, Selasa (4/8/2026).

    Baca Juga :  Main Game Pakai Kabel Charger? Charchery Bikin Tangan Pegal Tapi Nagih, Siap-siap Beli Kabel Cadangan Ya

    Menurutnya, setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda sehingga pembangunan konektivitas tidak dapat menggunakan satu pendekatan yang sama.

    • Baca juga: Gita Wirjawan: Pemerataan Pendidikan Kunci Indonesia Tak Tertinggal di Era AI

    Dengan memilih teknologi yang sesuai kondisi lapangan, pemerintah berharap pembangunan infrastruktur digital menjadi lebih efektif sekaligus mampu menjangkau daerah yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses internet.

    Sebagai contoh, Nezar menyebut Kalimantan Timur telah mencatat tingkat konektivitas mencapai 95,5 persen. Dari total 841 desa, sebanyak 803 desa telah memperoleh layanan internet.

    Baca Juga :  Waspada! Modus Baru Radikalisasi Digital Dimulai dari Uluran Tangan & Kepedulian, Bukan Kekerasan

    Meski demikian, masih terdapat 269 titik blankspot yang menjadi prioritas penyelesaian melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), serta operator telekomunikasi.

    Nezar menegaskan keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghambat pemerataan akses digital. Karena itu, kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi faktor penting untuk mempercepat penyediaan layanan internet di wilayah blankspot maupun daerah dengan kualitas sinyal yang masih lemah.

    “Dengan sinergi yang kita lakukan, kita bisa saling menguatkan dan mewujudkan beberapa titik yang memang dibutuhkan oleh masyarakat,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur Ririn Sari Dewi mengatakan pemerintah provinsi juga menerapkan pendekatan serupa dengan memadukan berbagai teknologi sesuai karakteristik wilayah.

    Baca Juga :  AI Bikin Penipuan Makin Canggih, Kerugian Capai Rp9,1 Triliun

    Menurutnya, penggunaan fiber optik, VSAT, dan satelit dipilih agar layanan internet dapat disalurkan secara lebih efektif ke desa-desa yang memiliki tantangan geografis berbeda.

    “Kami memilih beberapa paduan teknologi yang paling sesuai sehingga efektif pada saat kita deliver layanan akses internet di desa,” kata Ririn.

    Ia menambahkan percepatan pemerataan konektivitas memerlukan dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat, terutama dalam sinkronisasi data, penguatan kebijakan, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

    “Kuncinya sekarang dalam kondisi tersebut kita kolaborasi. Jadi kami mohon dukungan penuh. Komitmen kami juga membersamai program-program, salah satunya internet,” ujarnya.

    BTS Komdigi Nezar Patria Satelit telekomunikasi
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleGita Wirjawan: Pemerataan Pendidikan Kunci Indonesia Tak Tertinggal di Era AI
    Next Article Produksi Beras Tetap Tumbuh Saat Kemarau, BPS Proyeksikan 28,71 Juta Ton

    Berita Terkait

    PSEL Bogor Raya 1 Olah 1.500 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik

    September 18, 2026

    Bahlil ke Pemilik BMW dan Mobil Mewah: Jangan Pakai BBM Subsidi

    September 18, 2026

    AI Makin Sulit Diprediksi, Regulasi Harus Cepat Beradaptasi

    September 18, 2026

    Kupas Tuntas iPhone 18 Pro dan Pro Max: Definisi “Pro” Sesungguhnya dari Apple

    September 17, 2026

    Tahan Direndam Air 72 Jam, Redmi Note 17 Pro Max Sah Jadi HP Paling Badak dari Xiaomi

    September 17, 2026

    Harga dan Spesifikasi Redmi Note 17 Pro Max, HP Monster Baterai 10.000 mAh!

    September 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    PSEL Bogor Raya 1 Olah 1.500 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik

    Bayu PratamaSeptember 18, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Sebanyak 1.500 ton sampah per hari ditargetkan dapat diolah menjadi energi listrik…

    Bahlil ke Pemilik BMW dan Mobil Mewah: Jangan Pakai BBM Subsidi

    September 18, 2026

    AI Makin Sulit Diprediksi, Regulasi Harus Cepat Beradaptasi

    September 18, 2026
    Top Trending

    PSEL Bogor Raya 1 Olah 1.500 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik

    Bayu PratamaSeptember 18, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Sebanyak 1.500 ton sampah per hari ditargetkan dapat diolah…

    AI Makin Sulit Diprediksi, Regulasi Harus Cepat Beradaptasi

    Bayu PratamaSeptember 18, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Perkembangan kecerdasan artifisial yang berlangsung cepat membuat pemerintah tidak…

    Bahlil ke Pemilik BMW dan Mobil Mewah: Jangan Pakai BBM Subsidi

    Bayu PratamaSeptember 18, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia…

    rasional.co
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi Rasional.co
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    © 2026 RASIONAL.CO

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?