JAKARTA – Prajurit TNI kini akan dilibatkan dalam sektor pertanian untuk mendukung target swasembada pangan nasional. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyebut langkah tersebut dijalankan melalui program Batalyon Teritorial Pembangunan.
Sjafrie mengatakan setiap matra TNI nantinya memiliki tugas berbeda dalam pengembangan komoditas pangan nasional. TNI Angkatan Darat akan fokus menanam padi, jagung, dan tanaman pangan lain di berbagai daerah.
Sementara itu, personel TNI Angkatan Laut diarahkan mengembangkan produksi kedelai untuk mengurangi ketergantungan impor nasional.
“Kenapa kedelai? kita mungkin 2,5 juta ton impor kedelai dari luar negeri,” ujar Sjafrie dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR, dikutip Rabu(20/5/26).
Dia menyebut sebagian kedelai impor yang masuk ke Indonesia bahkan merupakan bahan pangan yang sebelumnya digunakan sebagai pakan ternak di negara asalnya.
“Padahal menurut laporan, kedelai yang kita impor dari luar negeri itu sebetulnya makanan ternak,” katanya.
Swasembada Pangan Jadi Target Pemerintah
Sjafrie menjelaskan keterlibatan TNI dalam sektor pangan menjadi bagian dari dukungan Kementerian Pertahanan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, impor kedelai Indonesia pada 2024 mencapai 2,67 juta ton. Impor tersebut berasal dari Amerika Serikat, Kanada, Argentina, Brasil, Malaysia, Prancis, India, dan sejumlah negara lain.
Pemerintah menilai produksi pangan dalam negeri perlu diperkuat agar ketergantungan impor dapat ditekan secara bertahap.
Menurut Sjafrie, TNI Angkatan Laut ditargetkan mampu mengejar masa panen kedelai hingga dua kali dalam satu periode tanam.
Dia menegaskan program tersebut tidak mengubah fungsi utama batalyon sebagai satuan tempur. Namun, pemerintah menambahkan kemampuan pembangunan teritorial dalam struktur satuan TNI.
Batalyon Tempur Kini Punya Unit Pertanian
Sjafrie menjelaskan setiap batalyon nantinya akan dilengkapi sejumlah unit pembangunan untuk mendukung program nasional di daerah.
“Batalyon ini adalah batalyon pertempuran, tetapi dia dilengkapi dengan Teritorial Pembangunan,” ujarnya.
Selain kompi pertanian, batalyon tersebut juga memiliki unit peternakan, medis, konstruksi, dan zeni. Seluruh unit disiapkan untuk mendukung pembangunan wilayah.
Menurut Sjafrie, seluruh unsur itu akan bergerak bersama untuk memperkuat pembangunan daerah sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.
Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah mengurangi ketergantungan impor pangan dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia dalam jangka panjang.

