JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meninjau 11 alat utama sistem senjata (alutsista) baru milik TNI AU di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin. Peninjauan ini menandai langkah besar modernisasi militer Indonesia melalui kehadiran pesawat tempur Rafale, pesawat Falcon 8X, hingga radar GCI GM403.
Presiden Prabowo Subianto memulai prosesi dengan menyiramkan air dari kendi ke badan pesawat tempur Rafale. Gemuruh tepuk tangan para perwira dan prajurit mengiringi ritual simbolis tersebut.
Selanjutnya, Presiden Prabowo Subianto menyerahkan kunci secara simbolis kepada Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto sebagai tanda penyerahan resmi pesawat tempur Rafale. Panglima TNI kemudian meneruskan kunci tersebut kepada Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.
Inspeksi Senjata Mematikan dan Radar Canggih
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI, dan KSAU mendampingi Presiden Prabowo Subianto saat memeriksa setiap alutsista yang terpajang. Presiden sempat berhenti lama untuk mengamati rudal Meteor dan Smart Weapon Hammer yang menjadi senjata utama jet tempur Rafale.
Usai memeriksa persenjataan tersebut, Presiden Prabowo Subianto melanjutkan inspeksi ke area Radar GCI GM403. Sejumlah perwira TNI AU memberikan penjelasan teknis mengenai keunggulan radar pemantau tersebut langsung kepada Presiden.
Setelah menerima penjelasan dan menyalami para prajurit, Presiden melangkah menuju empat unit Pesawat Falcon 8X yang terparkir rapi di belakang barisan jet tempur Rafale. Presiden Prabowo Subianto kemudian menghampiri awak media untuk memberikan keterangan pers terkait masa depan pertahanan udara Indonesia.
Kekuatan Baru Langit Nusantara di Tahun 2026
Kementerian Pertahanan mengonfirmasi bahwa enam unit pesawat tempur Rafale telah tiba di Indonesia dari total 42 unit yang terpesan. Kedatangan jet generasi 4.5 buatan Prancis ini menjadi tonggak sejarah baru bagi kekuatan dirgantara tanah air.
Selain jet tempur Rafale, TNI AU juga menerima satu unit pesawat angkut berat A400M, empat unit pesawat eksekutif Falcon 8X, serta sistem Radar GCI GM403. Seluruh alutsista canggih ini telah mendarat resmi di Indonesia pada tahun 2026 untuk memperkuat kedaulatan wilayah udara nasional.

