JAKARTA – Kabar duka menyelimuti ajang lari jarak jauh pekan ini, di mana seorang peserta ITB Ultra Marathon 2026 meninggal dunia usai ditemukan kolaps di pinggir Jalan Raya Bandung, kawasan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Sabtu (17/10) petang.
Pelari ITB Ultra Marathon asal Jambi tersebut sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan medis darurat, namun sayangnya nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.
Insiden pelari ITB Ultra Marathon kolaps ini langsung mengejutkan warga setempat dan sesama peserta. Mengingat rute ITB Ultra Marathon 2026 memang terkenal sangat brutal karena membelah lintasan antarprovinsi, dugaan sementara mengarah pada kondisi kelelahan ekstrem yang membuat korban kehilangan fokus di tengah jalan raya.
Kronologi Peserta ITB Ultra Marathon 2026 Meninggal Dunia
Agar informasinya jelas dan tidak simpang siur, berikut adalah urutan kejadian penemuan hingga penanganan medis korban berdasarkan keterangan saksi di lapangan:
-
Ditemukan Tergeletak: Seorang saksi mata berinisial YS (35) menemukan korban sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri di pinggir jalan raya. Saat itu, korban masih mengenakan seragam lari kebanggaannya.
-
Dugaan Disorientasi Jalur: Menurut pantauan warga sekitar, ada indikasi korban sempat salah mengambil jalur lintasan. Kondisi fisik yang drop akibat kelelahan diduga kuat merusak konsentrasi korban di rute tersebut.
-
Evakuasi Medis: Warga dengan cepat mengevakuasi korban yang sudah kritis ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS dr. Hafidz Cianjur. Sayangnya, meski sudah mendapat pertolongan medis setibanya di sana, nyawanya tetap tak tertolong.
-
Pemindahan Jenazah: Untuk keperluan pemulangan ke daerah asalnya di Jambi, jenazah kemudian dirujuk ke RSUD Sayang Cianjur agar bisa menjalani proses pengawetan sesuai syarat penerbangan.
Terkait detail medis, pihak RSUD Sayang tidak bisa memberikan vonis penyebab kematian. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh petugas yang menangani jenazah.

