Tantangan Mental di Format 4 Jalur (Lane)
Meski sudah berstatus veteran juara bertahan, kompetisi tahun ini nyatanya bawa vibes dan tantangan yang agak beda. Kalau di Hangzhou cukup fokus di dua jalur lintasan, aturan main di Aichi-Nagoya memaksa atlet bertarung di sistem empat jalur sekaligus.
Bagi atlet panjat tebing, format ini berarti butuh stamina dan konsentrasi tingkat dewa karena rangkaian start yang harus dilewati jadi lebih panjang.
“Sebetulnya sama sih. Dari venue bagus, cuma perbedaannya ini karena empat lane. Jadi fokusnya lebih lagi daripada dua lane,” jelas atlet kelahiran Bali ini.
“Kalau sebenarnya di dua lane kan empat start sudah lawan menang,” sambungnya.
Persembahan Manis untuk Indonesia
Di balik rekor gila dan medali emas yang berkilau, ada banyak pihak yang jadi support system terkuat sang juara. Desak tak lupa memberikan apresiasi tertinggi buat orang-orang di sekitarnya yang terus mengawal perjalanan kariernya dari bawah hingga mencapai podium tertinggi Asia.
“Untuk diri sendiri sudah bekerja keras. Kemudian kedua orang tua yang selalu mendoakan. Teman-teman juga, teman-teman pelatnas, tim, masyarakat Indonesia, terima kasih banyak doanya. Ini medali emas untuk kita semua,” tutupnya dengan bangga.

