JAKARTA – Kabar luar biasa datang dari ajang olahraga bergengsi, di mana Desak Made raih emas Asian Games 2026 lewat cabang olahraga panjat tebing speed putri. Atlet kebanggaan Indonesia,
Desak Made Rita Kusuma Dewi, sukses menjadi yang tercepat dalam babak final di Nagoya pada hari Rabu, membuktikan ketangguhannya sebagai ratu tebing di kancah Asia. Kemenangan gemilang ini memastikan Indonesia membawa pulang medali emas panjat tebing usai melalui duel pamungkas yang super mendebarkan.
Pertandingan panjat tebing Asian Games 2026 Aichi-Nagoya ini benar-benar bikin senam jantung, apalagi selisih waktu di garis finis sangatlah tipis. Desak Made berhasil menorehkan catatan waktu fantastis 6,062 detik, sukses menumbangkan jagoan asal China, Li Juan Deng, yang harus puas mengamankan medali perak dengan waktu 6,064 detik.
Sementara itu, posisi ketiga alias medali perunggu berhasil diamankan oleh wakil Korea Selatan, Jeong Jimin, lewat torehan waktu 6,18 detik.
Jejak Mulus Desak Made Menuju Puncak Podium
Perjalanan Desak Made Rita Kusuma Dewi untuk mengalungkan medali emas di lehernya tidak terjadi secara kebetulan. Dominasinya sudah terlihat jelas sejak babak perempat final. Berikut adalah rincian kiprah sang juara:
-
Babak Kualifikasi (Selasa, 29 September): Tampil stabil menempati peringkat ketiga dengan catatan waktu terbaik 6,29 detik dari total empat kali pemanjatan di jalur yang berbeda.
-
Perempat Final: Tergabung di heat empat bersama Tamara Ulzhabayena (Kazakhstan), Hanareum Sung (Korea Selatan), dan Jeanette Frances Koh (Singapura). Ia finis pertama dengan mudah di angka 6,39 detik.
-
Semifinal: Makin ngegas! Ia kembali menjadi yang tercepat di heat-nya dengan mempertajam waktu menjadi 6,36 detik, otomatis menyegel tiket ke partai final.
-
Final: Tampil all-out dan mencetak 6,062 detik, hanya unggul sehelai rambut (0,002 detik) dari wakil China.
Perjuangan Berthdigna Devi Surya Kusuma
Selain Desak, Indonesia juga menurunkan wakil hebat lainnya di nomor yang sama, yaitu Berthdigna Devi Surya Kusuma. Langkah Devi juga patut diapresiasi meski belum berujung medali.
Berada di heat dua pada babak perempat final, Devi harus bersaing ketat dengan Eilin Tan (Singapura), Yafei Zhou (China), dan Adeliya Uthesva (Kazakhstan). Ia sukses menjadi runner-up di heat tersebut dengan raihan waktu 6,73 detik. Sayangnya, laju impresif Devi Surya harus terhenti saat memasuki babak semifinal.
Meskipun begitu, pencapaian skuad panjat tebing Indonesia di ajang ini sukses membuat lagu Indonesia Raya berkumandang di Nagoya, sekaligus menegaskan dominasi atlet Tanah Air di olahraga panjat tebing kelas dunia!

