JAKARTA – Rupiah Melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu (3/6/26) setelah nilai tukar menyentuh Rp17.962 per dolar AS berdasarkan data konversi mata uang yang ditampilkan Google Finance dengan sumber Morningstar pada pukul 08.00 UTC. Posisi tersebut mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terjadi setelah tren kenaikan dolar AS berlangsung sepanjang satu bulan terakhir. Grafik pergerakan kurs menunjukkan nilai tukar bergerak naik dari kisaran Rp17.300 per dolar AS pada awal Mei menjadi Rp17.962 per dolar AS pada awal Juni 2026.
Data tersebut menunjukkan tekanan terhadap mata uang domestik masih berlanjut. Dalam periode satu bulan, rupiah kehilangan sekitar 600 poin terhadap dolar AS atau melemah lebih dari 3 persen.
Rupiah Melemah Mendekati Level Rp18.000
Kenaikan kurs dolar AS terhadap rupiah terlihat konsisten sepanjang Mei 2026. Setelah sempat bergerak di kisaran Rp17.300 hingga Rp17.500, nilai tukar terus menanjak dan menutup awal Juni di level tertinggi dalam periode satu bulan.
Level Rp18.000 per dolar AS selama ini menjadi salah satu batas psikologis yang diperhatikan pelaku pasar. Ketika kurs mendekati angka tersebut, biaya impor berpotensi meningkat karena kebutuhan pembayaran dalam mata uang dolar menjadi lebih mahal.
Tekanan terhadap rupiah juga dapat memengaruhi sejumlah sektor yang bergantung pada bahan baku impor. Selain itu, dunia usaha biasanya mencermati pergerakan kurs untuk menghitung biaya produksi dan kebutuhan transaksi internasional.
Dampak terhadap Ekonomi dan Dunia Usaha
Pelemahan nilai tukar dapat memberikan dampak beragam terhadap perekonomian. Di satu sisi, eksportir berpotensi memperoleh keuntungan karena penerimaan dalam dolar meningkat saat dikonversi ke rupiah.
Namun di sisi lain, perusahaan yang memiliki kewajiban pembayaran dalam dolar AS menghadapi beban biaya yang lebih tinggi. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi harga barang impor jika tren pelemahan berlangsung dalam waktu lama.
Berdasarkan data yang terlihat pada grafik satu bulan, kurs dolar AS bergerak dari sekitar Rp17.300 menuju Rp17.962 per dolar AS pada 3 Juni 2026. Kenaikan tersebut menunjukkan tekanan terhadap mata uang nasional belum mereda dalam beberapa pekan terakhir.
Pelaku pasar kini akan mencermati perkembangan ekonomi global dan kebijakan moneter yang dapat memengaruhi pergerakan kurs. Hingga Rabu (3/6/26), Rupiah Melemah dan masih bertahan di dekat level Rp18.000 per dolar AS berdasarkan data yang ditampilkan Google Finance dengan sumber Morningstar.

