JAKARTA — Jakarta Molly Show Vol. 1 diikuti lebih dari 600 ekor ikan molly dari berbagai daerah pada 16–18 Oktober 2026 di City Plaza Jatinegara, Jakarta Timur. Selain memperebutkan trofi, kontes ini menjadi ajang bertukar pengalaman, memperluas jaringan, dan mendorong molly sebagai komoditas ikan hias bernilai ekonomi.
Peserta dari Genetik Market, Yogyakarta, Delphine Ardian atau Delar, menilai kontes digelar saat minat terhadap molly meningkat.
“Sekarang molly sedang naik daun. Istilahnya, di dunia perikanan sedang ramai-ramainya. Kebetulan saya juga sangat suka ikut kontes dan berburu trofi,” ujar Delar.
Ia membawa 41 ikan molly, termasuk milik sejumlah rekannya, dan berencana mengikuti kontes di berbagai daerah hingga kompetisi luar negeri. Menurutnya, persiapan sebelum perjalanan penting untuk menjaga kondisi ikan.
“Sehari sebelum berangkat ke show, ikan yang akan dibawa harus dipuasakan terlebih dahulu,” katanya.
Strain Pikachu Jadi Primadona Molly, Ekspor ke Malaysia dan Singapura Terbuka
Strain Pikachu menjadi salah satu jenis molly yang banyak diminati di pasar domestik dan luar negeri.
“Kalau dari strain atau jenis, sekarang Pikachu sedang hype dan banyak dicari. Saya juga sudah mengekspor jenis Pikachu ke Malaysia dan Singapura,” ungkap Delar.
Namun, strain bukan satu-satunya penentu hasil kompetisi. Ikan harus memenuhi spesifikasi dan kriteria penilaian.
Jakarta Molly Show Mendorong Peningkatan Kualitas Ikan Molly
Kontes molly menjadi sarana peserta menguji hasil perawatan dan memahami standar penilaian. Delar mengatakan peserta pemula mungkin masih bingung dengan pendaftaran dan mekanisme kompetisi, tetapi antusiasme meningkat setelah ikan terdaftar dan dinilai.
“Setelah selesai mendaftar dan ikan kita dinilai, di situ keseruannya mulai muncul. Dalam hati pasti berharap ikan kita menjadi juara dan bisa membawa pulang piala. Itu yang diharapkan semua peserta,” tuturnya.
Menurut Delar, kompetisi mendorong peserta mempersiapkan ikan dan mengikuti perkembangan standar serta tren molly.
Molly Indonesia Dinilai Mampu Bersaing di Kompetisi Asia
Delar optimistis molly Indonesia mampu bersaing dengan ikan dari negara lain. Menurutnya, penilaian ditentukan oleh karakteristik, spesifikasi, dan kesesuaian dengan kriteria kontes, bukan asal negara.
“Kalau dari kualitas, ikan molly Indonesia tidak kalah cantik dan bagus dengan molly dari luar negeri. Untuk spesifikasi kontes, Indonesia juga berani bersaing. Bahkan, sudah ada beberapa teman di Indonesia yang ikannya mengikuti kontes tingkat Asia,” jelasnya.
Peluang tersebut dapat dikembangkan melalui peningkatan mutu, pertukaran pengetahuan, dan partisipasi dalam kompetisi. Ekosistem penghobi ikan livebearer, termasuk molly, turut didukung komunitas seperti Livebearer Indonesia (LI), yang menurut Delar berpusat di Yogyakarta. Komunitas menjadi sarana berbagi pengalaman, membangun relasi, dan mengikuti perkembangan teknik pemeliharaan.
Molly Bertransformasi dari Ikan Pakan Menjadi Ikan Hias Bernilai Ekonomi
Perkembangan pasar mengubah pandangan masyarakat terhadap molly. Delar berharap ikan tersebut semakin dikenal sebagai ikan hias bernilai jual, bukan sekadar pakan ikan predator.
“Harapan saya, ke depan ikan molly semakin maju dan semakin baik lagi. Ikan molly itu bukan ikan pakan predator lagi. Sekarang ikan molly sudah mulai dipandang dan punya harga,” katanya.
Jakarta Molly Show Vol. 1 diharapkan memperkuat ekosistem ikan hias nasional dan membuka peluang molly Indonesia memperluas pasar, termasuk ke Asia.
Peserta Endgame Aquatic Melihat Prospek Cerah Pasar Ikan Molly
Optimisme terhadap masa depan molly juga disampaikan Andrian dari Endgame Aquatic, Teras LA Lenteng Agung, Sentra Fauna dan Kuliner. Meski baru menekuni molly, ia melihat peluang besar bagi perkembangan ikan hias tersebut di Indonesia.
Baginya, ajang Jakarta Molly Show Vol. 1 menjadi kesempatan mengenal dunia kontes serta komunitas penghobi dan pembudidaya.
“Keikutsertaan saya di Jakarta Molly Show Vol. 1 ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk mengenal lebih jauh dunia kontes ikan molly sekaligus mengikuti perkembangan komunitas penghobi dan pembudidaya,” ujar Andrian.
Ia menilai antusiasme penghobi, peningkatan mutu ikan, dan meluasnya jaringan menjadi modal pertumbuhan pasar molly.
“Saya yakin ikan molly akan semakin diminati dan memiliki prospek yang menjanjikan ke depannya. Seiring bertambahnya komunitas, meningkatnya kualitas ikan, dan meluasnya pasar, ikan molly berpeluang mendapatkan tempat yang semakin kuat di industri ikan hias Indonesia,” tutupnya.

