Menurut Delar, kompetisi mendorong peserta mempersiapkan ikan dan mengikuti perkembangan standar serta tren molly.
Molly Indonesia Dinilai Mampu Bersaing di Kompetisi Asia
Delar optimistis molly Indonesia mampu bersaing dengan ikan dari negara lain. Menurutnya, penilaian ditentukan oleh karakteristik, spesifikasi, dan kesesuaian dengan kriteria kontes, bukan asal negara.
“Kalau dari kualitas, ikan molly Indonesia tidak kalah cantik dan bagus dengan molly dari luar negeri. Untuk spesifikasi kontes, Indonesia juga berani bersaing. Bahkan, sudah ada beberapa teman di Indonesia yang ikannya mengikuti kontes tingkat Asia,” jelasnya.
Peluang tersebut dapat dikembangkan melalui peningkatan mutu, pertukaran pengetahuan, dan partisipasi dalam kompetisi. Ekosistem penghobi ikan livebearer, termasuk molly, turut didukung komunitas seperti Livebearer Indonesia (LI), yang menurut Delar berpusat di Yogyakarta. Komunitas menjadi sarana berbagi pengalaman, membangun relasi, dan mengikuti perkembangan teknik pemeliharaan.
Molly Bertransformasi dari Ikan Pakan Menjadi Ikan Hias Bernilai Ekonomi
Perkembangan pasar mengubah pandangan masyarakat terhadap molly. Delar berharap ikan tersebut semakin dikenal sebagai ikan hias bernilai jual, bukan sekadar pakan ikan predator.
“Harapan saya, ke depan ikan molly semakin maju dan semakin baik lagi. Ikan molly itu bukan ikan pakan predator lagi. Sekarang ikan molly sudah mulai dipandang dan punya harga,” katanya.
Jakarta Molly Show Vol. 1 diharapkan memperkuat ekosistem ikan hias nasional dan membuka peluang molly Indonesia memperluas pasar, termasuk ke Asia.
Peserta Endgame Aquatic Melihat Prospek Cerah Pasar Ikan Molly
Optimisme terhadap masa depan molly juga disampaikan Andrian dari Endgame Aquatic, Teras LA Lenteng Agung, Sentra Fauna dan Kuliner. Meski baru menekuni molly, ia melihat peluang besar bagi perkembangan ikan hias tersebut di Indonesia.
Baginya, ajang Jakarta Molly Show Vol. 1 menjadi kesempatan mengenal dunia kontes serta komunitas penghobi dan pembudidaya.

