Jakarta, Rasional.co – Rute penerbangan Medan-Bandung-Denpasar kembali dibuka melalui Bandara Husein Sastranegara. Pemerintah Kota Bandung melihat konektivitas ini sebagai peluang untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan sekaligus menggerakkan sektor kuliner, pendidikan dan ekonomi kota.
Penerbangan perdana Super Air Jet dari Medan membawa sekitar 170 penumpang ke Bandung pada Jumat (18/9/2026). Sebanyak 130 penumpang turun di Bandung, sedangkan 40 lainnya melanjutkan perjalanan menuju Denpasar.
Tingkat keterisian atau load factor penerbangan perdana tersebut mencapai lebih dari 90 persen pada kedua arah penerbangan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan pembukaan rute tersebut menambah pilihan penerbangan sekaligus mendorong peningkatan jumlah penumpang di Bandara Husein Sastranegara.
“Alhamdulillah, ini artinya menambah jumlah penerbangan dan jumlah penumpang,” ujar Farhan saat menghadiri peresmian penerbangan perdana Super Air Jet di Bandara Husein Sastranegara, Jumat (18/9).
Menurut Farhan, jumlah penumpang Bandara Husein yang sebelumnya sekitar 1.000 orang per hari kini meningkat dan diperkirakan mendekati 2.000 penumpang. Dalam bahan yang sama, jumlah penumpang saat ini berada pada kisaran 1.300 hingga 1.600 orang per hari.
Pemkot Bandung menargetkan trafik Bandara Husein mencapai 3.000 penumpang per hari pada akhir 2026. Angka tersebut masih jauh di bawah kondisi sebelum pandemi Covid-19 yang pernah mencapai sekitar 9.000 penumpang per hari.
Farhan melihat aktivitas transit sebagai salah satu peluang untuk menggerakkan ekonomi Bandung. Penumpang yang singgah maupun turun di Bandung dinilai dapat memberikan dampak terhadap perhotelan, kuliner, perdagangan, manufaktur, pariwisata dan pendidikan.
“Kalau penumpang turun di Bandung, dampaknya lebih luas lagi untuk sektor wisata, perdagangan, manufaktur hingga pendidikan,” katanya.
Sektor pendidikan menjadi salah satu perhatian karena Bandung dikenal sebagai kota pendidikan. Menurut Farhan, konektivitas udara dapat memperluas mobilitas masyarakat yang datang ke Bandung untuk tujuan pendidikan.
Kembangkan Jaringan Penerbangan
Di sisi lain, Direktur Utama Lion Air Group Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi mengatakan Bandung memiliki potensi sebagai tujuan wisata, pendidikan, kuliner, olahraga dan kesehatan. Potensi tersebut dinilai masih membuka ruang bagi pengembangan jaringan penerbangan dari Bandung.
“Kami siap mendukung karena memiliki armada dan jaringan konektivitas yang cukup kuat,” ujar Daniel.
Super Air Jet juga berencana membuka rute dari Bandung menuju Pontianak, Balikpapan, Makassar dan Pekanbaru untuk memperluas pilihan perjalanan masyarakat.
Saat ini, penerbangan tersebut menggunakan Airbus A320-200 berkapasitas 180 kursi kelas ekonomi. Pembukaan rute baru juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kembali aktivitas penerbangan di Bandara Husein Sastranegara.
Pemkot Bandung bersama Lanud Husein Sastranegara dan Angkasa Pura melakukan pembenahan infrastruktur dan fasilitas penunjang operasional bandara.
Sejumlah perbaikan meliputi peningkatan kualitas jalan dan penerangan jalan umum serta penataan kabel udara di kawasan sekitar bandara. Pemkot Bandung juga membahas pembangunan akses langsung dari Gerbang Tol Pasteur menuju Bandara Husein bersama berbagai pemangku kepentingan, termasuk Bappenas.
Bagi Super Air Jet, pengembangan jaringan dari Bandung juga dapat berlanjut ke penerbangan internasional apabila Bandara Husein kembali berstatus sebagai bandara internasional. Salah satu pasar yang disebut berpotensi dilayani adalah Kuala Lumpur.

