Ia mengatakan aktivitas pariwisata masyarakat Sade saat ini masih terhenti akibat kebakaran. Namun, masyarakat tetap optimistis Desa Adat Sade dapat kembali bangkit melalui kolaborasi berbagai pihak.
Amak Pani juga menegaskan komitmen masyarakat untuk mempertahankan bentuk dan nilai tradisional rumah adat dalam proses pembangunan kembali.
“Jadi kami tidak akan menghilangkan nilai tradisional dari bentuk rumah kami di sini. Saya selaku masyarakat Suku Sasak Sade mengucapkan matur tampiasih atas kunjungannya yang sudah membantu dan meliput kami. Semoga dengan adanya aktivitas ini banyak mengundang para donatur yang berkunjung ke tempat kami sehingga kami bisa membangun rumah tradisional kami seperti semula,” ujar Amak Pani.
Pemulihan Desa Adat Sade diharapkan tidak hanya mengembalikan aktivitas masyarakat dan pariwisata seperti sebelum kebakaran, tetapi juga membangun kawasan yang lebih tangguh terhadap risiko bencana.
Dengan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat adat, dunia usaha, dan seluruh ekosistem pariwisata, rekonstruksi Sade diarahkan untuk menghadirkan keseimbangan antara keselamatan, keberlanjutan ekonomi, pengembangan pariwisata, dan pelestarian budaya Sasak.

