Perbedaan itu berkaitan dengan metode penghitungan indeks Niño3.4 yang umumnya menggunakan rata-rata pergerakan tiga atau lima bulan. Sementara itu, nilai harian Niño3.4 sempat mencapai 2,75 derajat Celsius pada awal Agustus sebelum kembali sedikit menurun.
Daniel Swain dari California Institute for Water Resources menilai kondisi tersebut tetap menunjukkan rekor untuk periode saat ini.
“Dalam hal ini, saya setuju dengan James Hansen. Nilai Niño3.4 saat ini jelas merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah untuk periode bulan ini, dan diperkirakan akan terus bertahan seperti itu hingga akhir tahun,” ungkap Swain.
Scaife juga memperkirakan kekuatan El Niño yang sedang berkembang ini berpotensi menghasilkan kondisi iklim yang belum pernah terlihat dalam prakiraan sebelumnya.
“Saya belum pernah melihat tanda-tanda El Niño yang sekuat ini dalam prakiraan kami,” ujar Scaife.
Jika prakiraan tersebut tepat, Scaife mengatakan kondisi El Niño pada 2026 dapat jauh melebihi pengalaman sebelumnya sekaligus membawa dampak yang lebih besar terhadap iklim global.
Hayley Fowler dari Newcastle University di Inggris bahkan memperkirakan fenomena tersebut dapat menyamai atau melampaui El Niño 1877-1878 yang pernah dikaitkan dengan bencana meluas, termasuk kelaparan massal dan sekitar 50 juta kematian terutama di Asia dan Amerika Selatan.

