Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    PSEL Bogor Raya 1 Olah 1.500 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik

    September 18, 2026

    Bahlil ke Pemilik BMW dan Mobil Mewah: Jangan Pakai BBM Subsidi

    September 18, 2026

    AI Makin Sulit Diprediksi, Regulasi Harus Cepat Beradaptasi

    September 18, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • PSEL Bogor Raya 1 Olah 1.500 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik
    • Bahlil ke Pemilik BMW dan Mobil Mewah: Jangan Pakai BBM Subsidi
    • AI Makin Sulit Diprediksi, Regulasi Harus Cepat Beradaptasi
    • Viral Video Joanna Wietrzyk BAB di Tengah Perlombaan HYROX China, Panitia Akhirnya Ganti Lantai Arena dan Minta Maaf
    • Skenario Gila Timnas U20 Tempa Diri di Negeri Tirai Bambu Demi Menembus Putaran Final Azerbaijan
    • Jadwal Pekan Ketiga BRI Super League: Persib Tantang Persijap, Bali United Sambangi Borneo FC
    • Bantai Nepal Tanpa Ampun, Timnas Voli Putri Indonesia Segel Tiket Perempat Final Asian Games 2026
    • Sempat Bernama Gajah Mada, TNI AL Ubah Nama Kapal Induk Jadi KRI Sriwijaya
    rasional.corasional.co
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok
    Login
    Jumat, September 18
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Home»Ekonomi»Tunggu 20 Tahun, Petani Cirebon Kini Nikmati Irigasi 2,4 Km
    Ekonomi

    Tunggu 20 Tahun, Petani Cirebon Kini Nikmati Irigasi 2,4 Km

    Bayu PratamaBy Bayu PratamaAgustus 24, 2026Updated:Agustus 24, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Copy Link WhatsApp
    .
    Ilustrasi petani memanfaatkan irigasi pertanian (Sumber: Pertamina)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Copy Link Telegram WhatsApp

    Jakarta – Penantian selama 20 tahun akhirnya berbuah. Petani di Desa Susukan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, kini mendapat saluran irigasi perpipaan sepanjang 2.400 meter dari Kementerian Pertanian.

    Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan air yang selama ini menghambat aktivitas pertanian. Dengan pasokan air yang lebih terjamin, petani dapat mempertahankan kegiatan tanam, termasuk saat musim kemarau.

    Bantuan itu diterima Kelompok Tani Sumber Rezeki Tani yang selama dua dekade menghadapi persoalan akses air untuk mengairi lahan pertanian.

    Ketua Kelompok Tani Sumber Rezeki Tani M Saeproni mengatakan, pembangunan irigasi tersebut menjadi harapan baru bagi para petani setelah persoalan air berlangsung selama bertahun-tahun.

    Baca Juga :  37 Juta Perempuan Kelola UMKM, Digitalisasi Buka Jalan Naik Kelas

    “Kami berterima kasih sekali kepada Bapak Presiden, terutama khusus kepada Bapak Mentan yang telah memberikan bantuan berupa irpom yang panjangnya 2.400 meter. Ini kami impi-impikan dari 20 tahun yang lalu,” ujar Saeproni, Sabtu (22/8).

    • Baca juga: Truk KDMP Dipakai Angkut Tembakau Warga, Pemkab Pastikan Tak Melanggar

    Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan musim tanam. Tanpa pasokan yang cukup, petani berisiko kehilangan kesempatan menanam ketika kemarau tiba.

    Pembangunan irigasi di Cirebon ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat infrastruktur air pertanian. Langkah tersebut juga dilakukan untuk menjaga lahan tetap produktif di tengah ancaman kekeringan dan perubahan iklim.

    Baca Juga :  Utang Pemerintah Indonesia Hampir Rp10K Triliun, Purbaya Tetap Tenang

    Pada 2026, Kementan menargetkan pembangunan 89.600 unit kegiatan infrastruktur air yang diproyeksikan mendukung pengairan sekitar 2,1 juta hektare lahan pertanian.

    Program itu mencakup pembangunan 17.400 unit Irigasi Perpompaan dan 3.500 unit Irigasi Perpipaan. Selain itu, pemerintah menargetkan 56.000 unit pompanisasi yang diproyeksikan melayani sekitar 1,1 juta hektare lahan pertanian.

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah tidak ingin petani kehilangan musim tanam akibat kekurangan air.

    “Kita tidak boleh membiarkan petani kehilangan musim tanam karena kekurangan air. Karena itu pemerintah memperkuat irigasi, pompanisasi, embung, hingga rehabilitasi jaringan irigasi agar air sampai ke lahan pertanian,” ujar Amran.

    Menurut dia, penguatan infrastruktur air menjadi salah satu langkah menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

    Baca Juga :  Subsidi Kendaraan Listrik 200 Ribu Unit Mulai Juni 2026

    Amran menilai ketersediaan air menjadi faktor penentu produksi pertanian. Karena itu, pemerintah mempercepat pembangunan berbagai infrastruktur pengairan agar petani dapat terus menanam dan meningkatkan indeks pertanaman.

    “Air adalah faktor penentu produksi. Karena itu, pompanisasi menjadi solusi cepat untuk memastikan sawah tetap mendapat pasokan air sehingga petani bisa terus tanam dan meningkatkan indeks pertanaman,” katanya.

    Bagi petani Desa Susukan, pembangunan jaringan irigasi sepanjang 2,4 kilometer ini menjadi jawaban atas persoalan yang telah mereka hadapi selama 20 tahun. Tantangan berikutnya adalah memastikan infrastruktur tersebut benar-benar berfungsi menjaga pasokan air ke lahan saat musim kemarau.

    Amran Andi Amran Sulaiman Cirebon Irigasi Jabar Kementan
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleSuper El NiƱo 2026 Tembus Sejumlah Rekor Sebelum Mencapai Puncak
    Next Article Timnas Norwegia Catat Kenaikan Peringkat FIFA Paling Besar Usai Tampil Impresif di Piala Dunia

    Berita Terkait

    PSEL Bogor Raya 1 Olah 1.500 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik

    September 18, 2026

    Bahlil ke Pemilik BMW dan Mobil Mewah: Jangan Pakai BBM Subsidi

    September 18, 2026

    AI Makin Sulit Diprediksi, Regulasi Harus Cepat Beradaptasi

    September 18, 2026

    Beberapa Jam Sebelum Dicopot, Purbaya Sempat Tahan Pemda Terbitkan Obligasi

    September 15, 2026

    Baru Dilantik, Suahasil Hadapi Dua Pekerjaan APBN Sekaligus

    September 15, 2026

    Antrean BBM di Makassar, Pertamina Terapkan Ganjil-Genap

    September 14, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    PSEL Bogor Raya 1 Olah 1.500 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik

    Bayu PratamaSeptember 18, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Sebanyak 1.500 ton sampah per hari ditargetkan dapat diolah menjadi energi listrik…

    Bahlil ke Pemilik BMW dan Mobil Mewah: Jangan Pakai BBM Subsidi

    September 18, 2026

    AI Makin Sulit Diprediksi, Regulasi Harus Cepat Beradaptasi

    September 18, 2026
    Top Trending

    PSEL Bogor Raya 1 Olah 1.500 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik

    Bayu PratamaSeptember 18, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Sebanyak 1.500 ton sampah per hari ditargetkan dapat diolah…

    AI Makin Sulit Diprediksi, Regulasi Harus Cepat Beradaptasi

    Bayu PratamaSeptember 18, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Perkembangan kecerdasan artifisial yang berlangsung cepat membuat pemerintah tidak…

    Bahlil ke Pemilik BMW dan Mobil Mewah: Jangan Pakai BBM Subsidi

    Bayu PratamaSeptember 18, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia…

    rasional.co
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi Rasional.co
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    © 2026 RASIONAL.CO

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?