Melalui forum tersebut, Prodi Magister Peperangan Asimetris menegaskan pentingnya pendekatan pertahanan yang tidak terkotak dalam satu domain. Ketika ancaman dapat bergerak dari ruang fisik ke ruang siber, informasi, dan infrastruktur secara bersamaan, respons pertahanan juga dituntut bergerak dalam kerangka yang terintegrasi.
Diskusi strategis tersebut menghadirkan sejumlah tokoh dari berbagai institusi dan disiplin, Rektor Unhan RI yang diwakili oleh Dekan FSP Unhan RI Mayjen TNI Dr. Oktaheroe Ramsi, S.I.P., M.Sc. Kepala BSSN Letjen TNI (Purn.) Drs. Nugroho Sulistyo Budi, M.M., M.Han. sebagai keynote speaker. Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Intelijen Pertahanan Kemhan RI Mayjen TNI Ari Yulianto, S.IP., M.H.I., juga Dr. Pratama Dahlia Persadha sebagai Chairman CISSReC.

