“Pak Gita percaya lewat pendidikan, lewat guru-guru, para dosen, itu akan menjadi investasi ke masa yang akan datang. Apa yang dipaparkan beliau menjadi penyemangat dan pencerah bagi kita semua untuk semakin semangat mengedukasi masyarakat,” kata Prof Ariawan.
Selain memperkuat kualitas pendidikan, Prof Ariawan menilai perguruan tinggi juga harus menjadi ruang yang terbuka bagi lahirnya berbagai gagasan baru. Demokratisasi ide, menurut dia, menjadi fondasi agar kampus mampu melahirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa.
“Harapannya banyak ide-ide dari cendekiawan dan para pakar bisa diterima, walaupun belum tentu linier dengan kebijakan yang berlaku sekarang. Demokratisasi ide sebagai independensi perguruan tinggi harus mulai dibudayakan agar lahir gagasan-gagasan baru yang bermanfaat,” ujarnya.
Menghadapi perkembangan AI, Prof Ariawan menambahkan Universitas Tarumanagara juga mulai memperkuat kesiapan melalui pengembangan program studi AI, pembangunan infrastruktur digital, serta peningkatan kapasitas tenaga pengajar agar mampu mengadopsi teknologi tersebut secara optimal. Namun, dia menegaskan bahwa keputusan-keputusan strategis tetap harus berada di tangan manusia.

