Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    PSEL Bogor Raya 1 Olah 1.500 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik

    September 18, 2026

    Bahlil ke Pemilik BMW dan Mobil Mewah: Jangan Pakai BBM Subsidi

    September 18, 2026

    AI Makin Sulit Diprediksi, Regulasi Harus Cepat Beradaptasi

    September 18, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • PSEL Bogor Raya 1 Olah 1.500 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik
    • Bahlil ke Pemilik BMW dan Mobil Mewah: Jangan Pakai BBM Subsidi
    • AI Makin Sulit Diprediksi, Regulasi Harus Cepat Beradaptasi
    • Viral Video Joanna Wietrzyk BAB di Tengah Perlombaan HYROX China, Panitia Akhirnya Ganti Lantai Arena dan Minta Maaf
    • Skenario Gila Timnas U20 Tempa Diri di Negeri Tirai Bambu Demi Menembus Putaran Final Azerbaijan
    • Jadwal Pekan Ketiga BRI Super League: Persib Tantang Persijap, Bali United Sambangi Borneo FC
    • Bantai Nepal Tanpa Ampun, Timnas Voli Putri Indonesia Segel Tiket Perempat Final Asian Games 2026
    • Sempat Bernama Gajah Mada, TNI AL Ubah Nama Kapal Induk Jadi KRI Sriwijaya
    rasional.corasional.co
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok
    Login
    Jumat, September 18
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Home»Ekonomi»BI Rate Naik ke 5,25 Persen, Cicilan KPR dan Kendaraan Diprediksi Membengkak
    Ekonomi

    BI Rate Naik ke 5,25 Persen, Cicilan KPR dan Kendaraan Diprediksi Membengkak

    MartinBy MartinMei 21, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Copy Link WhatsApp
    BI Rate
    Kenaikan BI Rate menjadi 5,25 persen diprediksi segera menaikkan cicilan KPR floating rate dan bunga kredit kendaraan masyarakat. (Foto: Serayunews)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Copy Link Telegram WhatsApp

    JAKARTA – Kenaikan BI Rate menjadi 5,25 persen diprediksi segera berdampak pada cicilan kredit masyarakat. Debitur kredit pemilikan rumah dengan skema bunga mengambang atau floating rate disebut menjadi kelompok paling terdampak.

    Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia akan langsung direspons perbankan melalui penyesuaian bunga pinjaman.

    “Biaya kredit yang lebih mahal akan menekan cicilan rutin tiap bulannya,” ujar Bhima kepada Kompas.com, Rabu(20/5/26).

    Menurut dia, transmisi kenaikan bunga kali ini berlangsung lebih cepat dibanding saat Bank Indonesia menurunkan suku bunga. Ketika bunga acuan naik, deposan biasanya langsung meminta penyesuaian bunga simpanan kepada perbankan.

    Baca Juga :  Rupiah Menguat dan Inflasi Turun, Mengapa BI Tahan Bunga Tetap 5,75%?

    Kondisi tersebut membuat bank bergerak cepat menaikkan bunga kredit untuk menjaga margin usaha mereka.

    “Betul, sticky effect. Kalau bunga naik, transmisi ke bunga bank lebih cepat,” katanya.

    BI Rate Tekan Cicilan Kredit Masyarakat

    Bhima mengingatkan masyarakat yang memiliki KPR dengan bunga mengambang agar bersiap menghadapi kenaikan cicilan dalam waktu dekat.

    Selain sektor perumahan, kredit kendaraan bermotor dan kredit modal kerja juga diprediksi ikut terdampak akibat penyesuaian bunga pinjaman.

    “Paling terdampak adalah kredit konsumsi khususnya kredit kendaraan bermotor dan KPR floating rate,” ujarnya.

    Senada dengan Bhima, ekonom pasar global Maybank Indonesia Myrdal Gunarto menilai dampak kenaikan BI Rate akan langsung terasa pada debitur dengan skema bunga floating.

    Baca Juga :  Salurkan Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia, AYP: Bukti Kepedulian Kadin kepada Masyarakat

    Menurut dia, bunga deposito kemungkinan akan naik lebih dulu karena deposan meminta imbal hasil lebih tinggi kepada bank.

    “Kalau existing credit dan floating rate, begitu BI Rate naik, bunganya juga naik,” kata Myrdal.

    Dia menjelaskan kenaikan suku bunga biasanya lebih cepat ditransmisikan dibanding penurunan bunga yang memerlukan jeda hingga enam bulan.

    KPR Floating Rate Jadi yang Paling Terdampak

    Myrdal mengungkapkan rata-rata bunga kredit modal kerja perbankan sejak awal April hingga 12 Mei 2026 berada di kisaran 9,7 persen. Sementara bunga kredit konsumsi tercatat sekitar 14,33 persen.

    Baca Juga :  Tekanan Global Menguat, Kadin Dukung BI Jaga Stabilitas Ekonomi

    Dia memperkirakan penyesuaian bunga kredit pasca kenaikan suku bunga acuan kali ini dapat mencapai sekitar 50 basis poin.

    Menurut dia, debitur dengan kredit berbunga floating akan langsung merasakan kenaikan cicilan bulanan setelah kebijakan Bank Indonesia diberlakukan.

    “Yang agak berat itu pemilik kredit floating, begitu BI Rate naik mereka langsung merasakan bunga lebih tinggi,” ujarnya.

    Sebelumnya, Bank Indonesia menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin dari 4,75 persen menjadi 5,25 persen dalam Rapat Dewan Gubernur BI periode Mei 2026.

    Kebijakan tersebut diperkirakan membuat cicilan debitur berbunga mengambang naik dalam waktu dekat.

    Bank Indonesia Bhima Yudhistira BI Rate bunga kredit cicilan KPR KPR floating rate kredit kendaraan Maybank Indonesia
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleSwasembada Pangan: TNI Turun ke Sawah, Tanam Padi hingga Kedelai
    Next Article Prabowo Targetkan Ekonomi Naik, Kementerian Ekraf Siap Perkuat Industri Kreatif

    Berita Terkait

    PSEL Bogor Raya 1 Olah 1.500 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik

    September 18, 2026

    Bahlil ke Pemilik BMW dan Mobil Mewah: Jangan Pakai BBM Subsidi

    September 18, 2026

    AI Makin Sulit Diprediksi, Regulasi Harus Cepat Beradaptasi

    September 18, 2026

    Sempat Bernama Gajah Mada, TNI AL Ubah Nama Kapal Induk Jadi KRI Sriwijaya

    September 18, 2026

    Prabowo Minta Mitigasi Bencana Tak Lagi Menunggu Kejadian

    September 17, 2026

    Nusron Soroti Pungli, Sebulan Kemudian KPK Bongkar Struktur Bayangan ATR/BPN

    September 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    PSEL Bogor Raya 1 Olah 1.500 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik

    Bayu PratamaSeptember 18, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Sebanyak 1.500 ton sampah per hari ditargetkan dapat diolah menjadi energi listrik…

    Bahlil ke Pemilik BMW dan Mobil Mewah: Jangan Pakai BBM Subsidi

    September 18, 2026

    AI Makin Sulit Diprediksi, Regulasi Harus Cepat Beradaptasi

    September 18, 2026
    Top Trending

    PSEL Bogor Raya 1 Olah 1.500 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik

    Bayu PratamaSeptember 18, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Sebanyak 1.500 ton sampah per hari ditargetkan dapat diolah…

    AI Makin Sulit Diprediksi, Regulasi Harus Cepat Beradaptasi

    Bayu PratamaSeptember 18, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Perkembangan kecerdasan artifisial yang berlangsung cepat membuat pemerintah tidak…

    Bahlil ke Pemilik BMW dan Mobil Mewah: Jangan Pakai BBM Subsidi

    Bayu PratamaSeptember 18, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia…

    rasional.co
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi Rasional.co
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    © 2026 RASIONAL.CO

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?