Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Helmi Halimatul Udhmah mengatakan pameran menjadi etalase potensi daerah sekaligus ruang pertemuan antara produk dan konsumen dari berbagai wilayah.
“Pameran ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi etalase berbagai potensi daerah yang kita miliki,” ujar Helmi.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah July Emmylia mengatakan pameran berlangsung selama delapan hari, 12-19 September 2026. Seluruh 150 stan telah terisi dan melibatkan kementerian, pemerintah daerah, pelaku UMKM, serta sejumlah pemangku kepentingan.
Selain produk dan kuliner, pameran menghadirkan peragaan busana, tari Saman, selawat, talkshow, diskusi buku, pertunjukan musik Islami, hingga product showcase.
Sejumlah layanan pendukung juga tersedia, antara lain konsultasi zakat, layanan Kredit Usaha Rakyat (KUR), edukasi sertifikasi halal, potong rambut gratis, serta bursa kerja yang melibatkan 40 perusahaan.
July mengatakan rangkaian tersebut dirancang untuk mempertemukan pelaku usaha dengan masyarakat sekaligus memperluas akses pasar. Promosi dan jejaring yang terbentuk selama MTQ diharapkan tetap berlanjut setelah peserta dan pengunjung kembali ke daerah masing-masing.
“Pelaksanaan MTQ Nasional XXXI yang sejalan dengan perhatian Menag Nasaruddin Umar terhadap penguatan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah kehidupan masyarakat diharapkan menghadirkan manfaat yang lebih luas, termasuk melalui penguatan ekonomi masyarakat,” tandasnya.

