JAKARTA – Gelandang muda VfB Stuttgart, Laurin Ulrich, mendadak jadi buah bibir pencinta sepak bola tanah air. Pemain bertalenta Jerman ini dikabarkan masuk radar naturalisasi Timnas Indonesia demi memperkuat Skuad Garuda di masa depan.
Spekulasi perpindahan kewarganegaraan ini mencuat usai Staf Khusus Menteri Hukum RI, Noor Korompot, mengunggah informasi tersebut melalui media sosial. Noor menyebut sosok berumur 21 tahun itu mengalirkan darah Indonesia dari sang kakek asal Surabaya, Jawa Timur. Kementerian Hukum memang memegang peranan krusial dalam memproses administrasi paspor para atlet keturunan.
Rekam Jejak dan Fleksibilitas Laurin Ulrich
Pilar binaan VfB Stuttgart ini menghabiskan musim 2025/2026 sebagai pemain pinjaman di FC Magdeburg. Kompetisi kasta kedua Jerman (2. Bundesliga) menjadi panggung pembuktian kualitasnya. Ia membukukan total 33 penampilan liga dan tiga laga di DFB-Pokal dengan sumbangan tiga gol serta tiga umpan matang.
Pemuda kelahiran Heidenheim ini memiliki keunggulan taktik berupa fleksibilitas posisi bermain. Pelatih bisa menempatkannya sebagai gelandang serang, gelandang tengah, hingga penyerang sayap. Atribut multitalenta ini berpotensi memberi variasi strategi baru bagi lini tengah Garuda.
PSSI Tunggu Bukti Hitam di Atas Putih
Kabar ketertarikan ini juga sejalan dengan pernyataan Noor Korompot sebelumnya terkait perburuan pemain keturunan. Usai merampungkan proses Luke Vickery dan Mitchell Baker, pemerintah memantau dua nama baru asal Jerman dan Belanda. Publik berspekulasi kuat satu slot tersebut milik Ulrich.
Kendati rumor berkembang liar, Federasi Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memilih bersikap hati-hati. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan pihak federasi belum memegang berkas resmi pemain bersangkutan.
“Saya belum dapat black and white-nya. Kembali, saya tidak mau membuat statement sebelum saya mendapatkan black and white,” ujar Erick Thohir di Jakarta.
Lampu hijau dari PSSI barulah menyala setelah verifikasi dokumen keturunan dan persetujuan FIFA rampung. Jika semua berjalan mulus, kehadiran pilar Eropa ini bakal mempertebal kedalaman skuad dalam misi menuju Kualifikasi Piala Dunia 2030.

