JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad melakukan inspeksi mendadak ke gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Pusat, Selasa(18/3/2025). Langkah itu dilakukan di tengah kondisi IHSG melemah dalam beberapa hari terakhir akibat tekanan pasar global dan sentimen domestik.
Dasco hadir bersama CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, COO Danantara Dony Oskaria, serta Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi. Mereka berdiskusi dengan pengelola bursa dan regulator terkait langkah menjaga kepercayaan investor.
“Kami tadi sudah banyak berdiskusi bagaimana menguatkan investor global yang masuk di bursa dan sedang di bursa,” kata Dasco kepada wartawan.
Dia juga menyoroti pertumbuhan investor ritel domestik yang terus meningkat di tengah gejolak pasar saham. Menurut dia, pengelola bursa dan regulator terus memperbaiki regulasi agar investor lokal tetap nyaman berinvestasi.
IHSG Melemah di Tengah Gejolak Pasar
Dasco menilai fundamental pasar modal Indonesia masih cukup kuat menghadapi kondisi saat ini. Dia optimistis pertumbuhan investor ritel dapat menjadi penopang penting bagi pasar modal nasional.
“Dengan fundamental yang ada, kita yakin dan percaya bahwa bursa kita ke depan akan semakin kuat,” ujarnya.
Dia turut mengapresiasi langkah BEI dan OJK yang dinilai cepat merespons pelemahan pasar. Menurut Dasco, kondisi tersebut dipengaruhi dinamika ekonomi global dan situasi dalam negeri.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menjelaskan koreksi IHSG masih sejalan dengan tren pelemahan bursa regional Asia. Dia menyebut sentimen geopolitik global dan keputusan rebalancing MSCI ikut memengaruhi pasar saham Indonesia.
“Namun kalau kita lihat bahwa pelemahannya itu masih moderat,” kata Friderica.
Investor Lokal Jadi Penopang Bursa
Friderica menyebut pada hari pertama pengumuman MSCI, IHSG turun 1,98 persen. Setelah libur panjang pada 18 Mei 2025, indeks kembali terkoreksi 1,85 persen.
Meski demikian, OJK mencatat dana kelolaan reksa dana dan jumlah investor ritel masih meningkat. Nilai aktiva bersih reksa dana naik Rp49,71 triliun atau sekitar 6,39 persen sehingga total asset under management mencapai Rp718,44 triliun.
“Ditandai dengan peningkatan 7 juta investor ritel baru di pasar modal kita,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan saat ini terdapat 957 perusahaan tercatat di bursa. Dari jumlah tersebut, hampir 85 persen telah menyampaikan laporan keuangan.
Dia juga mengungkapkan terdapat 15 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham baru dan mayoritas berasal dari papan utama. BEI menilai minat perusahaan masuk pasar modal masih terjaga meski IHSG melemah dalam beberapa waktu terakhir.

