JAKARTA – Promotor Sound Rhythm mengungkap alasan utama klub Liga Inggris, Aston Villa, memilih Indonesia sebagai destinasi tur pramusim menjelang kompetisi musim 2026/2027. Basis penggemar sepak bola tanah air terbukti memiliki fanatisme luar biasa besar.
“Dari awal tuh sangat melihat antusiasme fans sepak bola di Indonesia ya. Mereka ternyata melihat kualifikasi Piala Dunia waktu itu. Mereka melihatnya, ‘Wah, fans Indonesia itu passionate banget’,” ujar Head of Marketing Communication Sound Rhythm, Ahmad Satrio, saat jumpa pers di Jakarta, Senin (22/6).
Menurut Satrio, manajemen Aston Villa memantau langsung ledakan gairah pendukung Garuda kala tim nasional Indonesia berjuang pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Momentum tersebut meyakinkan klub asal Birmingham tersebut mengenai potensi pasar Premier League di tanah air.
Pasukan Unai Emery dijadwalkan menantang Indonesia All Stars di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada 1 Agustus mendatang. Selain laga uji coba, rangkaian Aston Villa Pre-Season Tour Indonesia 2026 bakal menyuguhkan berbagai aktivitas luar lapangan demi mendekatkan klub dengan para penggemar.
Pamer Trofi Eropa di Jakarta
Para penggemar sepak bola di tanah air mendapat kesempatan emas menyaksikan langsung trofi Liga Europa secara dekat. Aston Villa memboyong piala bergengsi tersebut setelah menumbangkan Freiburg 3-0 di Stadion Besiktas, Turki. Kehadiran trofi ini menjadi magnet utama dalam rangkaian kegiatan luar lapangan bagi para suporter.
Berburu Bakat Indonesia ke Eropa
Selain menyapa fans, kunjungan The Villans mengusung misi krusial lain. Manajemen klub mengirim tim pemandu bakat (scout) guna memantau talenta lokal potensial agar bisa berkarier di benua biru. Satrio menegaskan kualitas pesepak bola Indonesia saat ini sudah mengalami peningkatan pesat.
“Di situ, mereka kayak, ‘Wah, kita harus mengambil beberapa pemain atau mungkin put some people on their watch list’. Jadi bener-bener, market yang bisa untuk di-grab untuk penonton juga, dan juga untuk pemain sudah sangat capable untuk main di Eropa,” kata Satrio.
Sebelum mendarat di Jakarta, Ollie Watkins dan kolega akan memulai pemanasan pramusim kontra Walsall pada 22 Juli, disusul laga melawan Real Sociedad pada 28 Juli.
Setelah dari Indonesia, tur Asia berlanjut ke Thailand menghadapi BG Pathum United pada 4 Agustus di True BG Stadium. Rangkaian tur Asia ditutup lewat duel sengit kontra Bayern Muenchen di Hong Kong pada 7 Agustus.
Agenda padat langsung menanti Aston Villa pasca-tur Asia. Juara Liga Europa ini menantang jawara Liga Champions, Paris Saint-Germain (PSG), dalam perebutan Piala Super Eropa pada 13 Agustus di Red Bull Arena.
Selanjutnya, klub besutan Unai Emery tersebut bakal meladeni Borussia Moenchengladbach, klub Jerman membela bek timnas Indonesia Kevin Diks, pada 15 Agustus. Aston Villa mengawali kompetisi resmi Liga Inggris musim baru melawan Brighton & Hove Albion pada 23 Agustus di Stadion AMEX.

