Memasuki babak kedua, dominasi tuan rumah makin tak terbendung. Mateo Pellegrino ikut unjuk gigi dengan mencetak gol ketiga Fiorentina, yang juga jadi gol keduanya dalam dua laga terakhir. Enam menit sebelum peluit panjang berbunyi, Mastantuono akhirnya menyempurnakan mahakaryanya dengan gol ketiga, mengunci status hattrick di laga tersebut.
Venezia sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol telat Antoine Hainaut, namun itu belum cukup. Kekalahan ini membuat Venezia makin terpuruk di dasar klasemen Serie A tanpa raihan satu poin pun, sementara tambahan tiga poin berharga ini sukses mendongkrak posisi Fiorentina ke peringkat 15.
Perjalanan Karier Mastantuono: Dari River Plate ke Real Madrid
Nama Franco Mastantuono sebenarnya sudah lama masuk radar pencari bakat sebagai salah satu permata terbaik Argentina. Bakatnya mekar bersama River Plate, di mana ia mencicipi debut senior di usia yang sangat belia, 16 tahun. Ia bahkan sudah memecahkan rekor sebagai pemain termuda yang dipanggil ke timnas senior Argentina pada Juni 2025 lalu.
Pesona sang wonderkid membuat raksasa Spanyol, Real Madrid, rela sikut-sikutan dengan Paris Saint-Germain untuk mendapatkan tanda tangannya. Madrid akhirnya memenangkan perburuan tersebut dan mengikat Mastantuono dengan kontrak panjang selama enam tahun.
Sayangnya, musim perdananya di Santiago Bernabeu tidak berjalan mulus. Ia kesulitan mendapat menit bermain dan gagal memberikan dampak signifikan, yang berujung pada dicoretnya nama Mastantuono dari skuad Timnas Argentina untuk ajang Piala Dunia.
Kini, lewat masa peminjamannya di Italia, Mastantuono seolah mengirimkan pesan keras ke Madrid dan dunia: sang bintang muda telah kembali, dan ia siap menuliskan sejarahnya sendiri.

