Jakarta, Rasional.co – Industri olahraga tidak hanya berkaitan dengan prestasi dan hiburan, tetapi juga dapat menjadi investasi untuk kesehatan, kemanusiaan, dan perekonomian. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menilai kolaborasi pemerintah dan swasta menjadi salah satu cara mengembangkan potensi tersebut.
Pandangan itu disampaikan Erick saat menghadiri Press Conference MAIR 2026 Jakarta International 10K di Media Center Graha Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Menurut Erick, penyelenggaraan ajang lari tersebut menunjukkan kolaborasi pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam mengembangkan olahraga kemasyarakatan, olahraga prestasi, industri olahraga, hingga sport tourism.
“Kegiatan ini adalah bukti bahwa Kemenpora selalu mendorong kolaborasi antara Pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam olahraga kemasyarakatan, olahraga prestasi, atau industri olahraga dan sport tourism,” ujar Erick.
MAIR 2026 Jakarta International 10K akan digelar di kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 13 September 2026. Kegiatan ini menjadi seri pemungkas setelah sebelumnya berlangsung di Surabaya, Medan, Bandung, dan Yogyakarta.
Penyelenggaraan di Jakarta juga berkolaborasi dengan Indonesia Sport Summit (ISS) 2026, forum pertemuan industri olahraga yang diselenggarakan Kemenpora. Waktu pelaksanaannya berdekatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas).
Erick mengatakan kolaborasi tersebut memberikan ruang bagi sektor swasta untuk menunjukkan investasi mereka di bidang olahraga.
“Kami dari Kemenpora bersama Milo melakukan sinergi di Indonesia Sport Summit yang dimiliki oleh Pemerintah, tetapi memberikan kesempatan kepada sektor swasta untuk menampilkan bagaimana investasi mereka di dunia olahraga,” terang Erick.
Kerja sama pemerintah dengan sektor swasta di bidang olahraga juga telah dilakukan melalui sejumlah program sebelumnya. Kemenpora dan pihak penyelenggara antara lain berkolaborasi dalam kegiatan Car Free Day untuk memasyarakatkan olahraga serta program manajemen talenta nasional yang menyasar bakat olahraga prestasi dari sekolah.
Erick berharap kolaborasi semacam itu terus berkembang sehingga olahraga tidak berhenti sebagai aktivitas fisik, tetapi memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan event ini menjadi bagian kita berkolaborasi antara Pemerintah dengan sektor swasta yang percaya bahwa olahraga itu adalah investasi untuk kesehatan, kemanusiaan, dan perekonomian,” kata Erick.
Sementara itu, Pimpinan Nestle Milo Alaa Shaaban mengatakan pihaknya menargetkan 25 ribu peserta dalam MAIR 2026 Jakarta International 10K. Peserta akan mengikuti empat kategori lomba yang disiapkan dalam ajang tersebut.
Salah satunya adalah kategori 2,5K Family Run yang ditujukan bagi keluarga dan anak-anak. Menurut Alaa, kategori tersebut diharapkan dapat mendorong pembentukan kebiasaan berolahraga sejak usia dini.
“Salah satu kategorinya yaitu 2,5K Family Run, yang memang kami tujukan untuk keluarga, untuk anak-anak. Harapan kami bisa memulai kebiasaan olahraga sejak usia dini,” terang Alaa.
Penyelenggaraan MAIR 2026 Jakarta International 10K dengan dukungan Kemenpora dan ISS 2026 menjadi salah satu contoh keterlibatan sektor swasta dalam ekosistem olahraga nasional, sekaligus mempertemukan agenda kesehatan masyarakat dengan pengembangan industri olahraga.

