Jakarta, Rasional.co – Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Ungaran direncanakan berkapasitas sekitar 55 megawatt (MW) dengan target operasi 2031. Pengembangannya dilakukan bertahap berbasis kajian teknis, lingkungan, keselamatan, dan tetap memperhatikan pelestarian Candi Gedong Songo sebagai kawasan cagar budaya.
PLTP tersebut berada di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ungaran yang mencakup Kabupaten Semarang dan Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Saat ini proyek masih berada pada tahap eksplorasi dan studi kelayakan.
Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia mengatakan masih terdapat sejumlah tahapan yang harus dilalui sebelum proyek memasuki pembangunan.
“Pengembangan proyek saat ini masih berada pada tahap eksplorasi dan studi kelayakan. Masih terdapat sejumlah tahapan yang harus dilalui, dan setiap tahapan harus didasarkan pada data, kajian teknis, aspek lingkungan, perizinan, serta pertimbangan sosial masyarakat,” ujar Anggia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, PLTP Gunung Ungaran ditargetkan beroperasi pada 2031 dengan kapasitas sekitar 55 MW. Kepastian pembangunan akan bergantung pada hasil penelitian dan eksplorasi terhadap karakteristik serta potensi reservoir panas bumi.
Eksplorasi dilakukan melalui kajian geologi dan geofisika untuk memahami kondisi bawah permukaan sekaligus menentukan target reservoir. Titik pengeboran di permukaan tidak selalu berada tepat di atas sumber panas bumi.
Menurut Anggia, teknologi directional drilling memungkinkan pengeboran diarahkan dari titik tertentu menuju target reservoir di bawah permukaan. Karena itu, lokasi sumur ditentukan berdasarkan data dan kajian teknis.
“Dengan teknologi directional drilling, pengeboran dapat diarahkan dari titik tertentu menuju target reservoir di bawah permukaan. Karena itu, penentuan lokasi sumur dilakukan berdasarkan data dan kajian teknis, bukan semata-mata berdasarkan posisi sumber panas bumi di permukaan,” jelasnya.

