Sementara di segmen institusi, perusahaan akan memperkuat kapasitas pengelolaan investasi melalui perluasan basis investor dan penyediaan solusi investasi yang lebih komprehensif bagi berbagai lembaga di dalam negeri.
Direktur Utama Mandiri Manajemen Investasi Hardiyanto Pilia menilai konsolidasi tersebut menjadi fondasi bagi terbentuknya institusi manajemen investasi nasional yang memiliki skala dan tata kelola lebih kuat.
“Konsolidasi ini merupakan langkah strategis untuk membangun institusi manajemen investasi nasional yang memiliki skala, kapabilitas, dan tata kelola yang semakin kuat,” ujarnya.
Direktur Utama BRI Manajemen Investasi Arief Budiman mengatakan penggabungan itu juga menjadi momentum untuk memperluas penetrasi pasar ritel melalui kekuatan jaringan distribusi yang dimiliki perusahaan.
Sementara Direktur Utama BNI Asset Management Ari Adil menilai sinergi empat perusahaan akan memperkuat kapasitas pengelolaan investasi nasional melalui penggabungan keahlian investasi, inovasi produk, dan penguatan tata kelola.
Adapun Direktur Utama PNM Investment Management Ade Santoso Djajanegara menyebut kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat bisnis perusahaan hasil merger, tetapi juga memperluas manfaat ekonomi dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

