Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    PSEL Bogor Raya 1 Olah 1.500 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik

    September 18, 2026

    Bahlil ke Pemilik BMW dan Mobil Mewah: Jangan Pakai BBM Subsidi

    September 18, 2026

    AI Makin Sulit Diprediksi, Regulasi Harus Cepat Beradaptasi

    September 18, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • PSEL Bogor Raya 1 Olah 1.500 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik
    • Bahlil ke Pemilik BMW dan Mobil Mewah: Jangan Pakai BBM Subsidi
    • AI Makin Sulit Diprediksi, Regulasi Harus Cepat Beradaptasi
    • Viral Video Joanna Wietrzyk BAB di Tengah Perlombaan HYROX China, Panitia Akhirnya Ganti Lantai Arena dan Minta Maaf
    • Skenario Gila Timnas U20 Tempa Diri di Negeri Tirai Bambu Demi Menembus Putaran Final Azerbaijan
    • Jadwal Pekan Ketiga BRI Super League: Persib Tantang Persijap, Bali United Sambangi Borneo FC
    • Bantai Nepal Tanpa Ampun, Timnas Voli Putri Indonesia Segel Tiket Perempat Final Asian Games 2026
    • Sempat Bernama Gajah Mada, TNI AL Ubah Nama Kapal Induk Jadi KRI Sriwijaya
    rasional.corasional.co
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok
    Login
    Jumat, September 18
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Home»Ekonomi»Pertamax Naik 32%, Pengamat Nilai Ruang Fiskal APBN Masih Kuat
    Ekonomi

    Pertamax Naik 32%, Pengamat Nilai Ruang Fiskal APBN Masih Kuat

    MartinBy MartinJuni 18, 2026Updated:Juni 18, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Copy Link WhatsApp
    Harga BBM
    Kenaikan harga BBM nonsubsidi memicu kekhawatiran lonjakan konsumsi Pertalite. Pengamat Abdul Fatah menilai kuota subsidi dan APBN masih aman. (Foto: Istimewa)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Copy Link Telegram WhatsApp

    JAKARTA – Kenaikan harga BBM nonsubsidi di tengah tingginya harga minyak dunia memicu kekhawatiran terhadap lonjakan konsumsi Pertalite dan beban subsidi energi. Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter, sementara Pertamax Turbo mencapai Rp20.750 per liter.

    Penyesuaian harga tersebut terjadi saat harga minyak dunia Brent berada di kisaran USD79 per barel dan WTI sekitar USD76 per barel. Pengamat kebijakan publik Abdul Fatah menilai kondisi tersebut menuntut pemerintah mengikuti mekanisme pasar tanpa membebani APBN secara berlebihan.

    “Saya yakin klo liat situasi sekarang, upaya-upaya dari pemerintah terkait dengan stok BBM non subsidi masih aman, saya meyakini masih aman. Terlihat dari langkah-langkah pemerintah untuk memenuhi pasokan BBM ini, yang perlu diperbaiki pemerintah adalah situasi ekonomi agar secara psikologis masyarakat masih nyaman,” ujar Abdul Fatah dikutip dari Antara, Kamis(18/6/26).

    Baca Juga :  MK Buka Jalan Agar Sisa Kuota Internet Tak Lagi Hangus

    Harga BBM Naik, Kuota Pertalite Masih Aman

    Abdul Fatah mengatakan realisasi konsumsi Pertalite sejak Januari 2026 masih berada di bawah kuota yang ditetapkan pemerintah. Kondisi itu menunjukkan ketahanan energi nasional dan ruang fiskal APBN masih terjaga.

    Dia menilai pemerintah memiliki ruang yang cukup untuk mengantisipasi peralihan pengguna dari Pertamax ke Pertalite. Menurut dia, kenaikan harga BBM belum mengarah pada risiko jebolnya kuota subsidi.

    Baca Juga :  Lanjutkan Efisiensi, Pemerintah Ramu Strategi Ekonomi Tumbuh 6% pada 2027

    Hingga saat ini pemerintah juga belum mengubah harga BBM subsidi. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter dan Solar subsidi bertahan di level Rp6.800 per liter.

    • Baca juga: Minyak Dunia Anjlok, Akankah Harga BBM Indonesia Ikut Turun?

    Dampak Sosial Perlu Diantisipasi

    Abdul Fatah meminta pemerintah menjelaskan secara terbuka dampak kebijakan tersebut terhadap APBN. Pemerintah juga perlu menyampaikan alasan penyesuaian harga kepada masyarakat secara gamblang agar tidak memicu spekulasi.

    Dia mengungkapkan sejumlah SPBU sempat mengalami gangguan distribusi Pertalite setelah kenaikan harga BBM nonsubsidi. Namun kondisi tersebut hanya terjadi di wilayah tertentu yang didominasi masyarakat menengah ke atas.

    Baca Juga :  Danantara Ambil Alih 4 Manajer Investasi BUMN, Kelola Aset Rp170 Triliun

    “Ternyata mengalami beberapa problem distribusi di beberapa SPBU, sehingga beberapa SPBU mengalami kelangkaan pertalite. Ini karena terjadinya peralihan pengguna Pertamax ke Pertalite, dan ini setelah saya analisa lagi, ternyata itu di SPBU tertentu yang dekat dengan komplek masyarakat dengan ekonomi menengah ke atas,” tegasnya.

    Abdul Fatah berharap pemerintah terus menjaga pasokan energi dan memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat. Dia menilai langkah tersebut penting agar dampak kenaikan harga BBM tetap terkendali ketika harga minyak dunia masih bertahan di atas USD75 per barel.

    Abdul Fatah APBN Harga BBM Minyak Dunia Pertalite Pertamax pertamina subsidi energi
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleKasus Kuota Haji Melebar, KPK Telusuri Dugaan Dana ke Pansus DPR
    Next Article Setelah 50 Tahun Dikuasai, Hotel Sultan Dieksekusi untuk Kembalikan Aset Negara

    Berita Terkait

    PSEL Bogor Raya 1 Olah 1.500 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik

    September 18, 2026

    Bahlil ke Pemilik BMW dan Mobil Mewah: Jangan Pakai BBM Subsidi

    September 18, 2026

    AI Makin Sulit Diprediksi, Regulasi Harus Cepat Beradaptasi

    September 18, 2026

    Sempat Bernama Gajah Mada, TNI AL Ubah Nama Kapal Induk Jadi KRI Sriwijaya

    September 18, 2026

    Prabowo Minta Mitigasi Bencana Tak Lagi Menunggu Kejadian

    September 17, 2026

    Nusron Soroti Pungli, Sebulan Kemudian KPK Bongkar Struktur Bayangan ATR/BPN

    September 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    PSEL Bogor Raya 1 Olah 1.500 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik

    Bayu PratamaSeptember 18, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Sebanyak 1.500 ton sampah per hari ditargetkan dapat diolah menjadi energi listrik…

    Bahlil ke Pemilik BMW dan Mobil Mewah: Jangan Pakai BBM Subsidi

    September 18, 2026

    AI Makin Sulit Diprediksi, Regulasi Harus Cepat Beradaptasi

    September 18, 2026
    Top Trending

    PSEL Bogor Raya 1 Olah 1.500 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik

    Bayu PratamaSeptember 18, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Sebanyak 1.500 ton sampah per hari ditargetkan dapat diolah…

    AI Makin Sulit Diprediksi, Regulasi Harus Cepat Beradaptasi

    Bayu PratamaSeptember 18, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Perkembangan kecerdasan artifisial yang berlangsung cepat membuat pemerintah tidak…

    Bahlil ke Pemilik BMW dan Mobil Mewah: Jangan Pakai BBM Subsidi

    Bayu PratamaSeptember 18, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia…

    rasional.co
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi Rasional.co
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    © 2026 RASIONAL.CO

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?