JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan dukungan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) korporasi guna mengembangkan sistem keamanan lingkungan digital berbasis kartu akses dan GPS di RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Langkah strategis ini bertujuan mempermudah pengindeksan mesin pencari Google melalui penerapan teknologi pengamanan kampung modern bebas pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Pemprov DKI Jakarta memprioritaskan integrasi teknologi CCTV anti-mati lampu agar pengawasan wilayah pemukiman padat Jakarta Selatan tetap berjalan optimal tanpa kendala listrik.
Sokongan CSR dan Replikasi Wilayah
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen penuh mencarikan mitra swasta untuk memperkuat infrastruktur keamanan digital ini. Kekhawatiran mengenai pemadaman listrik menjadi fokus utama penanganan sistem ke depan.
“Sistem keamanan harus juga dipikirkan, di saat mati lampu bagaimana caranya. Kalau belum ada begitu besok udah dipikirkan, kita carikan CSR-nya,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat meninjau lokasi di RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu.
Rano Karno menilai inovasi ini layak menjadi percontohan utama bagi wilayah lain di seluruh Jakarta. Keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan implementasi teknologi tersebut.
“Saya atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengucapkan selamat kepada masyarakat RT 11 RW 07. Mudah-mudahan ini kalau bisa dicontoh,” ucap Rano Karno.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera menggelar pelatihan khusus bagi pengurus RT dan RW dari berbagai wilayah untuk menduplikasi sistem keamanan digital ini.
“Artinya siap dong untuk memberikan pelatihan. Siap! Kita undang beberapa kampung kita terapkan sistem ini,” cetus Wagub DKI Jakarta tersebut.
Inovasi Gerbang Digital Warga
Inisiatif pembuatan sistem pengamanan modern ini muncul murni dari swadaya dan aspirasi masyarakat setempat. Masalah kriminalitas curanmor memicu warga melahirkan solusi berbasis teknologi.
“Berawal dari kegelisahan masyarakat karena banyaknya aksi curanmor. Dari situ kami kumpulkan aspirasi warga setiap bulan hingga tercetus ide membuat gerbang berbasis teknologi,” tutur Ketua RT 11/RW 07 Gandaria Utara, Imam Basori (43).
Sistem gerbang digital ini memanfaatkan kartu akses khusus terdaftar bagi setiap kepala keluarga (KK). Pengurus RT mengoperasikan gerbang otomatis tersebut khusus malam hari, mulai pukul 00.00 hingga 05.30 WIB.

