JAKARTA – Hasil imbang laga Timnas Indonesia vs Malaysia di kompetisi bergengsi FIFA ASEAN Cup 2026 membuktikan betapa krusialnya peran suporter bagi mental pemain di lapangan. Meski harus berjuang dengan 10 orang, Maarten Paes dan kawan-kawan sukses menahan gempuran Harimau Malaya dengan skor kacamata 0-0 pada laga lanjutan Grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Pertandingan kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 ini memang berjalan sangat berat dan menguras keringat bagi skuad Garuda. Penjaga gawang andalan Timnas Indonesia, Maarten Paes, secara terang-terangan mengakui bahwa teriakan dan dukungan suporter sukses menyelamatkan tim asuhan pelatih John Herdman dari jurang kekalahan. Atmosfer SUGBK yang merinding seolah menyuntikkan tenaga ekstra tepat saat timnas sedang dalam posisi tertekan.
Momen menegangkan mulai terjadi ketika gelandang Thom Haye terpaksa mandi lebih cepat usai diganjar kartu merah oleh wasit asal Korea Selatan, Ko Hyung-jin, pada menit ke-37. Kehilangan satu pilar penting otomatis membuat barisan pertahanan kita dikurung habis-habisan oleh Malaysia nyaris sepanjang babak kedua.
Namun, di titik kritis inilah magis pemain ke-11 alias penonton terasa dampaknya. Kiper yang kini membela raksasa Liga Belanda, Ajax Amsterdam, tersebut merasa audiens di stadion sukses menambal kekosongan pemain di atas lapangan hijau.
“Tentu saja, ketika kami bermain dengan 10 pemain, kami membutuhkan pertahanan sebagai pemain ke-11 (para suporter), dan saya pikir mereka melakukannya,” ujar Maarten Paes.
Sorakan yang tak kenal lelah dari tribune benar-benar diapresiasi penuh oleh sang penjaga gawang.
“Jadi, penghargaan besar untuk mereka,” tambahnya.
Secara taktik, kiper andalan ini menjelaskan kalau skuadnya mau tak mau harus bermain jauh lebih bertahan di paruh kedua demi mengamankan poin. Untungnya, kerja keras, jatuh bangun, dan mentalitas baja dari seluruh penggawa Garuda berhasil mengamankan gawang hingga peluit panjang berbunyi.
“Kalau Anda melihat tendangan sudut terakhir, semua orang memblok, memblok bola, dan mendapatkan clean sheet itu sangat penting,” puji pemain kelahiran 1998 tersebut.
Torehan tanpa kebobolan ini sekaligus memperpanjang rekor impresif pertahanan timnas kita. Bayangkan saja, dari enam laga terakhir, gawang Indonesia berhasil bersih tanpa noda di lima pertandingan. Statistik mentereng ini jelas membuktikan solidnya chemistry lini belakang kita saat ini.
Sekarang, euforia hasil seri ini harus segera disimpan karena rintangan berikutnya sudah menanti di depan mata. Skuad Garuda dijadwalkan bakal bertarung pada laga ketiga Grup A menghadapi Bangladesh di hari Kamis (1/10).
Paes pun menutup obrolannya dengan satu pesan singkat yang membakar semangat bagi para pendukung setia. Ia mengajak para suporter untuk kembali memadati stadion dan memberikan dukungan penuh agar Indonesia bisa memetik kemenangan dan lolos ke babak selanjutnya.
“Ayo kita lakukan,” tutupnya.

