JAKARTA – Jagat media sosial belakangan ini dibikin geger oleh sebuah acara di Pekalongan. Acara bertajuk Simbang Kulon Night Carnaval yang sejatinya digelar untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, justru menuai sorotan tajam. Pasalnya, ada rangkaian pertunjukan di dalamnya yang diduga kuat menyelipkan unsur-unsur satanik dan okultisme.
Peristiwa ini tentu saja langsung memancing reaksi keras dari publik, mengingat perayaan Maulid Nabi seharusnya diisi dengan nilai-nilai syariat Islam yang damai, bukan malah menampilkan simbol-simbol gelap yang memicu kontroversi.
Usut punya usut, acara yang diselenggarakan dengan dukungan Pemerintah Daerah (Pemda) Pekalongan ini sebenarnya adalah agenda tahunan yang cukup bergengsi. Berdasarkan rilis resmi dari Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat (Prokompim) Daerah Kabupaten Pekalongan, karnaval tahun 2026 ini mengusung tema manis bertajuk “Nyawiji ing Budaya, Ngukuhake Paseduluran”.
Ghiyats, selaku perwakilan panitia, sebelumnya menyebutkan bahwa karnaval ini adalah wadah asyik buat warga bersilaturahmi sembari melestarikan kebudayaan lokal.
“Dalam rangka memeriahkan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama PR NU Simbang Kulon, kita ingin merayakan kreativitas dan guyub rukun warga dalam satu malam yang penuh warna,” ungkap Ghiyats dalam rilis yang diterbitkan Senin (14/9) lalu.
Acara ini pun nggak main-main skalanya. Ada sekitar 25 barisan peserta yang ikut ambil bagian, mewakili 25 musala yang tersebar di wilayah Kelurahan Simbang Kulon. Rangkaian acaranya juga meriah abis, mulai dari pameran kesenian daerah, aksi drumband, pawai ogoh-ogoh, parade sound horeg yang menggelegar, hingga parade busana.
Nah, masalah mulai muncul di sesi parade busana. Alih-alih menampilkan pakaian adat atau busana bernuansa Islami, sebuah video viral justru memperlihatkan pemandangan yang bikin merinding. Para penampil tertangkap kamera memamerkan aksi yang kental dengan nuansa okultisme dan satanik.
Nggak cuma sekadar kostum, dentuman musik, aksi teatrikal di jalanan, hingga detail dekorasi panggung yang mereka gunakan seolah merepresentasikan ritual pemujaan setan. Jelas saja, warganet langsung bereaksi keras. Publik menilai konsep semacam ini sangat melenceng dan sama sekali tidak pantas disuguhkan dalam perayaan suci seperti Maulid Nabi Muhammad SAW.
Lewat potongan video pendek yang ramai dibahas di platform Threads oleh akun @al.imansyaf, bukti-bukti dugaan praktik okultisme di Simbang Kulon Night Carnaval ini makin terlihat jelas. Berikut beberapa elemen janggal yang bikin netizen geleng-geleng kepala:

