JAKARTA – Insiden kebakaran posko GRIB Jaya mengejutkan warga Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Senin (31/8) dini hari. Markas ormas yang berlokasi tepat di Jalan Manunggal V No.58 ini dilalap si jago merah saat warga tengah terlelap.
Untungnya, tim pemadam bergerak kilat menaklukkan kobaran api sebelum merembet lebih jauh ke area sekitar.
Tragedi posko ormas terbakar ini tentu memicu kepanikan, mengingat lokasinya yang berada di kawasan padat penduduk.
Merespons situasi darurat tersebut, pasukan tangguh dari Gulkarmat Jakarta Barat langsung dikerahkan untuk menyelamatkan markas GRIB Jaya Kebon Jeruk dari kerusakan yang lebih parah. Upaya sigap ini menjadi kunci utama agar kerugian materiil tidak semakin membengkak di lokasi kejadian.
Respons Kilat Puluhan Personel Pemadam
Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, membenarkan adanya musibah ini. Laporan awal masuk ke meja petugas piket tepat pada pukul 02.49 WIB.
“Objek kebakaran, Posko Ormas GRIB,” tutur Syaiful saat dikonfirmasi oleh awak media di Jakarta.
Nggak pakai lama, sebanyak tujuh unit mobil pemadam kebakaran beserta 35 personel langsung meluncur membelah sunyinya malam menuju lokasi. Namun, karena api sempat membandel, petugas di lapangan memutuskan untuk memanggil bantuan tambahan. Satu armada ekstra dengan lima personel susulan pun tiba untuk mempercepat proses penjinakan si jago merah.
Api Padam dalam Waktu Setengah Jam
Kerja keras total 40 pahlawan anti-api ini membuahkan hasil yang manis. Setelah berjibaku menerjang panas dan asap selama kurang lebih setengah jam, situasi akhirnya berhasil dikendalikan. Tepat pada pukul 03.28 WIB, operasi pemadaman resmi dihentikan.
“Pemadaman dinyatakan selesai,” tegas Syaiful.
Hingga artikel ini diturunkan, teka-teki mengenai apa penyebab kebakaran posko GRIB tersebut masih menjadi tanda tanya. Pihak Sudin Gulkarmat Jakarta Barat maupun kepolisian setempat belum memberikan rincian pasti terkait pemicu munculnya api, karena masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.

