JAKARTA – Budaya yang beragam, keindahan alam, dan suasana khas di berbagai daerah menjadi tiga kekuatan utama pariwisata Indonesia. Ketiga faktor tersebut dinilai tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian hingga ke tingkat masyarakat.
Pariwisata memberikan dampak berantai karena setiap kunjungan wisatawan ikut menciptakan aktivitas ekonomi di berbagai sektor, mulai dari pertanian, industri pengolahan, logistik, hingga usaha kuliner, hotel, dan restoran.
Ilustrasi sederhana terlihat dari secangkir kopi yang dinikmati wisatawan. Di balik satu cangkir kopi terdapat mata rantai panjang yang melibatkan petani, pelaku pengolahan, jasa distribusi, industri pengemasan, hingga pelaku usaha yang menyajikannya kepada konsumen.
“Satu wisatawan asing datang ke negara kita, minum secangkir kopi, petani kopi hidup. Mereka yang mengolah kopi hidup. Mereka yang terlibat dalam logistik hidup. Mereka yang membungkus kopi, hingga yang menjualnya di restoran, kafe, maupun hotel juga hidup. Satu wisatawan mungkin bisa menghidupkan 10-15 rakyat kita,” ujar Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang di Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).
Menurutnya, daya tarik utama Indonesia bukan hanya destinasi wisata semata, melainkan kekayaan budaya, bentang alam, dan suasana yang dimiliki berbagai daerah.”Tapi apa yang menarik wisatawan ke negara kita? Yang menarik adalah budaya kita. Yang menarik adalah keindahan di negeri kita. Yang menarik adalah suasana di negeri kita,” katanya.
Kebersihan dan kelestarian menjadi kunciAgar daya saing pariwisata terus meningkat, lingkungan yang bersih dan lestari dinilai menjadi syarat penting. Destinasi wisata yang nyaman akan memperkuat daya tarik Indonesia di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.
Karena itu, pemerintah menargetkan persoalan sampah dapat ditangani secara serius dalam waktu satu tahun. Sungai dan saluran air juga didorong menjadi lebih bersih, sementara kelestarian hutan dan pepohonan harus dijaga.
“Dalam waktu satu tahun ini kita harus selesaikan masalah sampah. Di seluruh Indonesia semua sungai harus bersih, semua kali harus bersih. Alam harus kita jaga, pohon tidak boleh ditebang sembarangan. Kalau perlu kita tanam ratusan juta pohon baru,” ujarnya.
Selain kebersihan, estetika lingkungan juga dinilai perlu dipertahankan, termasuk mendorong penggunaan material bangunan yang lebih ramah terhadap kesehatan masyarakat.
Pemerintah daerah, mulai dari gubernur, bupati, hingga wali kota, bersama seluruh instansi terkait didorong menjaga kebersihan dan kelestarian alam sebagai fondasi pengembangan pariwisata berkelanjutan.”Lestarikan alam, jaga kebersihan,” kata Prabowo.

