JAKARTA – Bek tim nasional Prancis Ibrahima Konate mengakui kehebatan Spanyol sepanjang Piala Dunia 2026. Namun, penggawa Les Bleus tersebut menegaskan timnya sama sekali tidak gentar menghadapi laga semifinal di Stadion AT&T, Amerika Serikat.
“Anda tidak boleh takut kepada siapa pun. Sekarang kami akan mempersiapkan diri sebaik mungkin dan berharap hasil akhirnya akan menguntungkan kami,” ujar Konate kepada Diario AS.
Pernyataan tersebut muncul setelah bintang muda Spanyol Lamine Yamal melontarkan psywar terlebih dahulu. Remaja itu mengeklaim La Furia Roja merupakan kubu paling menakutkan saat ini.
“Kami telah mengalahkan Prancis dalam dua pertandingan terakhir kami. Bila Prancis harus takut pada satu tim, itu adalah kami. Kita lihat saja apa yang akan terjadi, tetapi kami tidak takut,” kata Yamal.
Spanyol memang mengantongi modal impresif lewat catatan tidak terkalahkan dalam 36 laga beruntun. Skuad asuhan Luis de la Fuente bahkan baru kebobolan satu gol dalam enam pertandingan sepanjang Piala Dunia 2026.
Ambisi Sejarah Les Bleus
Konate menilai kolektivitas sang lawan jauh lebih berbahaya daripada kemampuan individu.
“Spanyol adalah tim yang istimewa, dengan banyak individu berkualitas, jadi kami tidak akan fokus hanya ke satu pemain meski Lamine adalah pemain hebat,” ucap Konate.
Rekan setimnya di lini pertahanan, Maxence Lacroix, turut menyuarakan rasa optimistis serupa demi menyegel tiket laga puncak.
“Saya tidak akan bilang ‘takut’, tetapi kami sadar akan kualitas mereka. Skuad tersebut memenangi semua pertandingan, kecuali saat bermain imbang 0-0 melawan Tanjung Verde. Kami menghormati lawan karena memiliki pemain-pemain berkualitas tinggi, tetapi kami ingin menang,” tutur Lacroix.
Kemenangan atas Spanyol akan membawa Prancis mengukir sejarah besar. Skuad Ayam Jantan berpeluang menembus partai final Piala Dunia untuk tiga edisi beruntun, menyamai rekor Jerman Barat dan Brasil. Pemenang duel sengit ini bakal menantang pemenang laga antara Inggris dan juara bertahan Argentina.

